Laporan Observasi

 

TUGAS

LAPORAN HASIL OBSERVASI

Pengamen Alun-Alun Kota Malang

Di Susun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah

TARBIYATUL ULUL ALBAB

 

 

Dosen Pengampu: Amad Muis, MA.

 

 

 

 

 

 

Disusun Oleh :

Abdul Mannan

NIM: 12530063

 

 

 

JURUSAN D-III PERBANKAN SYARI’AH

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM

  MALANG

2012

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

 

            Puji dan Syukur kepada Allah SWT, atas Rahmat dan Hidayah-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini guna memenuhi tugas terstruktur yang diberikan Dosen pengajar mata kuliah Tarbiyatul Ulul Albab, Jurusan Perbankan Syari’ah Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim – Malang.

           

Sholawat dan salam saya haturkan  kepada Nabi Agung Muhammad SAW. Yang mana berkat bimbingan,  kesabaran dan keikhlasan beliau agama islam bisa  berkembang dan maju seperti saat ini.

 

 Makalah ini masih belum sempurna disebabkan karena terbatasnya kemampuan pengetahuan baik teori maupun praktek. Dengan demikian, Saya sangat mengaharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca guna memperbaiki dan menyempurnakan penulisan makalah ini.

 

Terakhir saya ucapkan banyak terima kasih kepada segenap ikhwan akhawat serta kepada bpk/ibu dosen khususnya bapak Ahmad Muis,MA  yang mendukung terselesainnya makalah observasi lapangan ini. Dan saya minta maaf apabila kesalaha baik dalam hal penulisan maupun kata-kata yang kurang sopan.             

Kiranya yang Maha Kuasa tetap menyertai kita sekalian, dengan harapan pula agar karya ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkannya.

 

 

                                                                           Malang,  20 Desember  2012

                                                                                               

                                                                                                                Penulis

 

                                                                                               

 

                                                                                 

                                                                   Abdul Mannan 

 

DAFTAR ISI

 

 

KATA PENGANTAR……………………………………………………………… i

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………… ii

 

BAB I

PENDAHULUAN…………………………………………………………………… 1

  1. Latar Belakang……………………………………………………………………. 1
  2. Rumusan Masalah……………………………………………………………….. 2
  3. Tujuan Observasi………………………………………………………………… 2
  4. Manfaat Observasi………………………………………………………………. 2

 

           BAB II

LANDASAN TEORI……………………………………………………………….. 3

  1. Teori Kemiskinan………………………………………………………………… 3
  2. Teori Psikologi……………………………………………………………………. 6
  3. Teori Keagamaaan……………………………………………………………….. 6
  4. Konsep Diri Pengamen………………………………………………………… 7

 

BABIII

PAPARAN HASIL OBSERVASI…………………………………………….. 9

  1. Pengamen Alun-Alun Kota Malang……………………………………….. 9
  2. Aspek Pekerjaan………………………………………………………………….. 11
  3. Aspek agama………………………………………………………………………. 11

 

BAB IV

KESIMPULAN……………………………………………………………………….. 13

                

 DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………… 14

 

LAMPIRAN

Hasil Wawancara……………………………………………………………………… 15

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Masalah-masalah sosial yang dihadapi oleh setiap masyarakat tidaklah sama antara yang satu dengan lainnya. Perbedaan-perbedaan itu disebabkan oleh perbedaan tingkat perkembangan kebudayaan dan masyarakatnya, dan keadaan lingkungan dimana masyarakat itu hidup. Masalah-masalah tersebut dapat terwujud sebagai: Masalah sosial, masalah moral, masalah politik, masalah ekonomi, masalah agama, ataupun masalah-masalah lainnya. Salah satu permasalahan sosial yang ada di Indonesia yaitu semakin meningkatnya jumlah masyarakat miskin di negara ini. Hal ini dapat dilihat dengan semakin banyaknya jumlah pengemis atau pengamen jalanan.

Anak adalah harapan masa depan suatu bangsa, tunas yang berpotensi membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik atau bisa juga lebih buruk. Maka dari itu, amat miris rasanya melihat anak-anak yang hidup mengamen di jalanan, bukannya bersekolah. Rasanya lebih menyedihkan daripada melihat orang dewasa yang melakukan pekerjaan serupa.

Di kota Malang pun juga sangat banyak sekali pengamen jalanan, mulai dari anak-anak, remaja sampai yang sudah berkeluarga. Kebanyakan dari pengamen itu adalah anak-anak yang putus sekolah dengan alasan kekurangan biaya untuk melanjutkan pendidikan mereka atau kalangan remaja yang tidak punya pekerjaan karena terbatasnya lapangan kerja dan kemampuan mereka. Akibat hal tersebut diatas, mereka terpaksa menjalani kehidupan dengan menjadi pengamen.

Dari latar belakang diatas, di sini penulis ingin membahas faktor apa saja yang menyebabkan banyaknya pengamen di jalanan kota Malang tepatnya di alun-alun kota Malang. Mengapa fenomena ini perlu di observasi ? Fenomena sosial ini perlu diteliti karena merupakan fenomena nyata yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari, menyangkut masalah bersama yang kita miliki sebagai bangsa.

Diharapkan dari penelitian yang dilakukan, dapat memunculkan wacana solusi untuk permasalahan yang sudah terjadi bertahun-tahun dalam masyarakat kita.

  1. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam observasi ini adalah apa saja penyebab banyaknya pengamen di alun-alun kota Malang? Agama apa yang mereka anut dan bagaimanakah mereka menjalankan ibadah mereka dalam kegiatan sehari-hari mereka sebagai pengamen.

  1. Tujuan Observasi

Sejalan dengan perumusan masalah diatas, observasi ini bertujuan untuk mengetahui apa saja penyebab banyaknya pengamen di alun-alun kota Malang dan bagaimana mereka beribadah.

  1. Manfaat Observasi

Kita dapat mengetahui dan belajar banyak dari kehidupan yang begitu sulit atau tidak mudah bagi seseorang untuk menimba ilmu setinggi-tingginya karena masih banyak anak-anak dan remaja yang terpaksa dan memang harus meninggalkan bangku sekolah karena himpitan ekonomi keluarganya yang mengharuskan bekerja sebagai pengamen, lalu bagi kita yang dapat mendapatkan pendidikan yang layak dapat membantu anak-anak dan remaja yang putus sekolah untuk memajukan seluruh anak bangsa.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

LANDASAN TEORI

Secara keseluruhan, teori yang melandasi analisis kami terhadap fenomena ini dapat dibagi ke dalam dua kategori: teori kemiskinan, teori psikologi dan teori keagamaan. Tujuan kami memakai ketiga teori ini adalah untuk mendalami penyebab kemiskinan yang dialami obyek kami dan teori psikologis dipakai untuk menganalisa objek penelitian kami secara individu sedangkan teori agama ditujukan untuk mengetahui dasar agama sebagai individu beragama.

  1. Teori  Kemiskinan

Kemiskinan adalah salah satu masalah yang di punyai oleh manusia, yang sama tuanya dengan usia kemanusiaan itu sendiri dan implikasi permasalahannya dapat melibatkan keseluruhan aspek kehidupan manusia, tetapi sering tidak disadari kehadirannya sebagai masalah.

Suparlan (1981) menyatakan kemiskinan adalah sebagai suatu standar tingkat hidup yang rendah, yaitu adanya suatu tingkat hidup yang rendah, yaitu adanya suatu tingkat kekurangan materi pada sejumlah atau segolongan orang dibandingkan dengan standar kehidupan yang umum berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan. Standar kehidupan yang rendah ini secara langsung nampak  pengaruhnya terhadap tingkat keadaan kesehatan, kehidupan moral dan rasa harga diri dari mereka yang tergolong sebagai orang miskin. Kemiskinan bukanlah sesuatu yang terwujud sendiri terlepas dari aspek-aspek lainnya, tetapi kemiskinan itu terwujud sebagai hasil interaksi antara berbagai aspek yang ada dalam kehidupan manusia. Aspek-aspek tersebut, terutama adalah aspek sosial dan ekonomi. Aspek sosial ialah adanya ketidaksamaan sosial diantara sesama warga masyarakat yang bersangkutan,seperti perbedaan suku bangsa, ras, kelamin, usia, yang bersumber dari corak sistem pelapisan sosial yang ada dalam masyarakat. Sedangkan yang dimaksud aspek ekonomi ialah, adanya ketidaksamaan antara sesama warga masyarakat dalam hak dan kewajiban yang berkenaan dengan pengalokasian sumber-sumber daya ekonomi.

Pendapat lain dikemukakan oleh Ala dalam Setyawan (2001: 120) yang menyatakan kemiskinan adalah adanya gap atau jurang antara nilai-nilai utama yang diakumulasikan dengan pemenuhan kebutuhan akan nilai-nilai tersebut secara layak. Ada lima ketidakberuntungan yang melingkari kehidupan orang atau keluarga miskin menurut Chambers dalam Ala (1996: 18) yaitu: kemiskinan (poverty), fisik yang lemah (physical weakness), kerentanan (vulnerability), keterisolasian (isolation), ketidakberdayaan (powerlessness). Sebab-sebab kemiskinan itu sendiri menurut Sen dalam Ismawan (2003: 102) bahwa penyebab kemiskinan dan keterbelakangan adalah persoalan aksesibilitas. Akibat keterbatasan dan ketertiadaan akses maka manusia mempunyai keterbatasan pilihan untuk mengembangkan hidupnya, kecuali menjalankan apa yang terpaksa saat ini dilakukan bukan apa yang seharusnya dilakukan, akibatnya potensi manusia untuk mengembangkan hidupnya manjadi terhambat. Itu semua bisa kita lihat bahwa semakin banyak jumlah para pengamen jalanan yang diorganisir oleh pihak tertentu yang memaksa mereka untuk bekerja seperti itu karena mereka juga tidak punya pilihan lain untuk mendapatkan uang.

Penyebab lain menurut Kuncoro (2000 : 107) mencakup 3 aspek:

  1. Secara mikro kemiskinan minimal karena adanya ketidaksamaan pola kepemilikan sumber daya yang menimbulkan distribusi pendapatan yang timpang. Penduduk miskin hanya mempunyai sumber daya dalam jumlah terbatas dan kualitasnya rendah.
  2. Kemiskinan muncul akibat perbedaan kualitas sumber daya manusia. Kualitas sumber daya yang rendah berarti produktifitasnya rendah. Rendahnya kualitas sumber daya ini karena rendahnya pedidikan, nasib yang kurang beruntung, diskriminasi, atau karena keturunan
  3. Kemiskinan muncul akibat perbedaan akses dalam modal.

Kelima hal diatas merupakan kondisi yang ada pada masyarakat miskin di negara berkembang seperti Indonesia. Penyebab kemiskinan itu sendiri bersifat dinamis, maka ia akan senantiasa berkembang mengikuti dinamika kehidupan sosial manusia. Kemiskinan yang dihadapi oleh setiap generasi manusia pasti pemaknaan kemiskinan mengalami perubahan di setiap saat dan setiap tempat.

Para ahli ilmu-ilmu sosial umumnya berpendapat bahwa sebab utama yang melahirkan kemiskinan ialah sistem ekonomi yang berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan. Kemiskinan menurut pendapat umum dapat dikategorikan:

  1. Kemiskinan yang disebabkan aspek badaniah atau mental seseorang
  2. Kemiskinan yang disebabkan oleh bencana alam
  3. Kemiskinan buatan

Kemiskinan disebabkan aspek badaniah biasanya orang tersebut tidak bisa berbuat maksimal sebagaimana manusia lainnya yang sehat jasmaniah. Karena cacat badaniah misalnya, dia lantas berbuat atau bekerja secara tidak wajar, seperti: menjadi pengemis atau peminta-minta. Menurut ukuran produktifitas kerja, mereka tidak bisa menghasilkan sesuatu yang maksimal malah lebih bersifat konsumtif. Sedangkan yang menyangkut aspek mental, biasanya mereka disifati oleh sifat malas bekerja secara wajar, sebagaimana halnya manusia lainnya. Mereka ada yang bekerja sebagai peminta-minta, atau sebagai pekerja sambilan bila ada yang memerlukannya.

Tindakan-tindakan seperti itu jelas bisa menyebabkan kemiskinan bagi dirinya dan menimbulkan beban bagi masyarakat lainnya. Kemiskinan yang disebabkan oleh bencana, apabila tidak segera diatasi sama saja halnya akan menimbulkan beban bagi masyarakat umum lainnya. Mereka yang tertimpa bencana alam, umumnya tidak mempunyai tempat tinggal bahkan sumber-sumber daya alam yang mereka miliki sebelumnya habis oleh pengikisan bencana alam. Kemiskinan buatan disebut juga kemiskinan struktural, ialah kemiskinan yang ditimbulkan oleh dan dari struktur-struktur ekonomi, sosial dan kultur serta politik. Kemiskinan struktur ini selain ditimbulkan oleh struktur penenangan atau nrimo memandang kemiskinan sebagi nasib, tetapi sebagai takdir tuhan.

 

  1.  Teori Psikologi

Teori Hierarki Abraham Maslow: Menurut Maslow, manusia adalah hewan yang punya keinginan.Kalimat ini mungkin cukup mengganggu harga diri kita, tapi Maslow ada benarnya. Yang jelas, setelah berasumsi seperti itu, Maslow pun mengurutkan kebutuhan-kebutuhan manusia ke dalam hierarki yang berjenjang dari tinggi ke rendah. Kebutuhan fisiologis; sama seperti letaknya, kebutuhan ini adalah kebutuhan paling dasar bagi seorang manusia: makanan, minuman, dan tempat tinggal.

Maslow memberi aturan mainseperti ini:

  1. Pemenuhan kebutuhan manusia berjalan urut dari tingkat terbawah (kebutuhan fisiologis) hingga mencapai tingkat tertinggi (aktualisasi diri). Misalnya, jika kita kelaparan, mana mungkin kita berpikir mengenai pemenuhan cita-cita? Pasti kita akan berpikir dan bertindak untuk mencari makanan.
  2. Segera setelah keinginan yang satu terpenuhi, muncul keinginan yang lain (dalam hal ini, keinginan akan kebutuhan yang jenjangnya lebih tinggi).
  3. Manusia termotivasi oleh kebutuhan yang belum terpenuhi ia akan melakukan usaha agar kebutuhan tersebut akhirnya terpenuhi.
  4. Satu kebutuhan yang sudah terpenuhi bukan lagi menjadi pendorong. Hanya kebutuhan yang belum terpenuhi yang akan menjadi motivator seseorang.
  1. Teori Keagamaan

Pengembangan nilai-nilai agama untuk anak Taman Kanak-kanak berkisar pada kegiatan kehidupan sehari-hari.            Secara khusus penanaman nilai-nilai keagamaan bagi anak Taman Kanak-kanak adalah meletakkan dasar-dasar keimanan, kepribadian budi pekerti yang terpuji dan kebiasaan ibadah sesuai dengan kemampuan anak. Ada 3 aspek yang harus diperhatikan dalam menetapkan tujuan penanaman nilai-nilai keagamaan kepada mereka yaitu aspek usia, fisik, dan psikis. Rasa keagamaan dan nilai-nilai keagamaan akan tumbuh dan berkembang seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan psikis maupun fisik mereka.

Perhatian anak terhadap nilai-nilai dan pemahaman agama akan muncul manakala mereka sering melihat dan terlibat dalam upacara-upacara keagamaan, dekorasi dan keindahan rumah ibadah, rutinitas, ritual orang tua dan lingkungan sekitar ketika menjalankan peribadatan. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan nilai-nilai keagamaan pada diri anak, yaitu faktor pembawaan (internal) dan lingkungan (eksternal). Sifat-sifat Pemahaman anak-anak pada nilai-nilai Keagamaan mereka akan muncul dan terus melekat hingga  mereka mencapai usia dewasa dikala mulai usia balita hingga mereka tumbuh senantiasa selalu ditanamkan nilai-nilai keagamaan dan menjadikan ritual ibadah  sebagai kegiatan sehari-hari.

Dalam agama islam setiap anak yang terlahir ke dunia ini, terlahir dalam keadaan suci(fithrah). Orang tua merekalah yang menjadikan anak itu beragama kristen, budha, yahudi, nasrani maupun katolik.

 

  1. Konsep Diri Pengamen

Negara Indonesia dikenal sebagai Negara yang kaya akan sumber dayanya, tetapi pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan. Anak-anak yang seharusnya duduk di bangku sekolah, banyak berkeliaran di jalanan untuk berjuang mencari uang untuk menyambung hidup mereka dan keluarga mereka. Selain itu, mereka pun harus mengalami berbagai tindak kekerasan yang dilakukan oleh para preman jalanan.

Kebanyakan dari pengamen itu adalah anak-anak yang putus sekolah dengan alasan kekurangan biaya untuk melanjutkan pendidikan mereka atau remaja yang tidak punya pekerjaan karena terbatas. Akibat hal tersebut diatas, mereka terpaksa menjalani kehidupan dengan menjadi pengamen. Keadaan ini cukup memprihatinkan, karena pada kenyataannya pemerintah sudah membuat berbagai macam program pendidikan untuk mengatasi masalah ini, misalnya saja Program Wajib Belajar Sembilan tahun, tetapi tetap saja masih banyak di negara ini anak-anak yang putus sekolah.Menjadi pengamen mengharuskan mereka menjalani kehidupan di jalanan.

Mereka tidak bisa mengenyam kehidupan yang menyenangkan seperti remaja lain. Padahal di sekeliling kita begitu banyak remaja yang orang tuanya tak mampu, bahkan tidak punya sama sekali. Dengan membantu mereka dalam bimbingan belajar, dan memberikan kesempatan mereka untuk sekolah lagi dengan beasiswa, atau meringankan bebannya dalam membayar uang sekolah dan bila perlu diadakan sekolah gratis bagi mereka yang tidak mampu dengan membebaskan uang SPP. Dengan latar belakang pendidikan yang rendah serta lingkungan yang tidak sehat mengakibatkan mereka rentan dengan penyakit. Pada kondisi sekarang mereka bukanlah tidak memiliki uang untuk berobat namun kesadaran akan mahalnya kesehatan sangat rendah dalam lingkungan mereka.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PAPARAN HASIL OBSERVASI

  1. Pengamen Alun-Alun Kota Malang

Menurut teori psikologi Abraham Maslow, kebutuhan primer memang datang sebelum kebutuhan sekunder. Makan adalah kebutuhan primer dan pendidikan adalah kebutuhan sekunder. Orang yang kebutuhan primernya belum terpenuhi, tidak akan memenuhi kebutuhan sekundernya. Segala tindakannya akan terfokus untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dahulu. Secara sederhana, bagaimana mungkin kita belajar jika perut kita lapar? Inilah yang mendasari mengapa seorang anak usia 10 tahun meninggalkan sekolahnya dan mencari uang di jalanan. Dari sekolah, ia belum merasakan manfaat langsungnya. Dari bekerja, ia dapat merasakan makanan yang ia dan keluarganya santap hari itu, anak itu bernama Iwan.

Untuk memahami akar permasalahan seorang anak, kita harus kembali pada orang tuanya. Jika dipelajari lebih mendalam, latar belakang keluarga Iwan menunjukkan tipikal keluarga pra sejahtera: orangtua bekerja kasar, anak-anak putus sekolah. Jika ditanya, apa penyebab kemiskinan mereka maka amat sulit untuk menjawabnya. Kita tidak tahu secara pasti latar belakang pendidikan orang tua Iwan, namun dari pekerjaannya dapat ditebak bahwa mereka tidak memiliki pendidikan yang cukup. Kalaupun ternyata itu tidak benar, satu hal yang jelas adalah orangtua Iwan tidak mendapat kesempatan atau akses yang memadai kepada modal dan keterampilan. Terlalu banyak pekerja, kurangnya lapangan. Kemiskinan mereka turut dipengaruhi oleh faktor-faktor kemiskinan menurut Kuncoro yang telah dipaparkan pada landasan teori:

  1.  Ketidaksamaan pada kepemilikan sumber daya, keluarga Iwan praktis nyaris tidak bermodal. Mereka hanya dapat mengandalkan tenaga fisiknya, yang celakanya juga tidak memberikan hasil berarti yang bisa memperbaiki kondisi ekonomi mereka
  2.  Perbedaan kualitas SDM, keluarga Iwan yang kurang pendidikannya, akan membuat mereka selamanya kalah bersaing dalam pasar tenaga kerja dengan mereka yang bermodalkan pendidikan.

Berbeda dengan Iwan yang usianya masih dibawah umur, Slamet (38), very (23), dan Arif (24). Mereka rata-rata sudah remaja dan bahkan ada yang sudah berkeluarga, seperti halnya Slamet. Slamet sudah beristri dan mempunyai dua orang anak yang menjadi tanggungannya. Anak-anak Slamet masih berusia kanak-kanak masa sekolah. Sedangkan Very dan Arif keduanya masih belum menikah.

  very yang saat itu memegang gitar tua ditangannya sambil bernyanyi demi mendapat uang untuk membeli makanan, mengatakan: “ saya menjadi pengamen karena tidak punya pekerjaan lain  selain mengamen di alun-alun”. Wajahnya yang lusuh mengisyaratkan bahwa hidupnya  itu memang benar-benar susah. Setiap hari dia mengamen mulai dari siang hingga malam, sampai badannya terasa lelah.

Slamet memang sudah berkeluarga, namun ia tetap mengamen karena memang tidak ada pekerjaan lagi yang ia bisa selain mengamen di alun-alun kota Malang. Pekerjaannya hanya mengamen setiap hari sebagaimana halnya very. Dia mengamen demi menghidupi istrinya dan kedua anaknya yang masih usia sekolah. Lain halnya dengan Arif, dia menjadi pengamen demi menyambung hidupnya. Arif setiap hari pergi ke alun-alun kota Malang bukan untuk bersenang-senang, namun ia pergi ke tempat tersebut untuk mengamen demi menyambung hidupnya.

Mereka semua berasal dari kecamatan Sumber Pocong Kabupaten Malang, dan mereka pun mengamen di alokasi tempat yang sama. Saat saya datangi mereka sedikit ragu-ragu mengobrol dengan saya namun setelah ngobrol cukup lama akhirnya suasana diantara kami mulai cair. Kehidupan mereka memang susah namun mereka tetap menjalaninya dengan tabah dan ikhlas. Saya menjadi prihatin terhadap keadaan mereka. Saya tidak bisa membayangakan apa jadinya kalau saya menjadi seperti mereka yang setiap hari kerjaannya mengamen demi menyambung hidupnya.       

  1. Aspek pekerjaan

Sebagaimana penjelasan diatas, mereka semua pengamen alun-alun Kota Malang yang mengamen demi menyambung hidupnya. Profesi ini mereka jalani sejak kecil hingga sekarang. Mereka tidak pernah merasakan yang namanya bangku pendidikan, karena memang mereka menekuni aktivitas ini sejak kecil. Dan untuk sekolah mereka terkendala biaya karena mereka berasal dari keluarga yang bisa dibilang kurang mampu/tidak berkecukupan.  

Mereka mengamen setiap hari tanpa hari libur mulai jam 14.00 hingga jam 20.00 malam. Kadang-kadang mereka mengamen hingga jam 21.00 malam. Di saat orang-orang menikmati hari liburnya, pengamen alun-alun Kota Malang ini tetap menjalani aktivitas mengamen mereka karena itulah kehidupan mereka.

Pendapatan mereka per-hari tidak menentu, kadang 10 ribu, kadang lebih. Tergantung pengunjung yang datang ke alun-alun dan rasa simpati para pengunjung alun-alun yang mendengarkan lantunan lagu-lagu mereka. Jika ditelaah, pengamen-pengamen ini muncul akibat kemiskinan. Kemiskinan muncul dari berbagai sumber, tapi secara keseluruhan, kondisi ekonomi-sosial Indonesia memang memiliki andil besar. Karena kurang modal, orang menjadi miskin. Anak mereka pun mau tak mau meninggalkan pendidikan dan mencari uang, yang pada akhirnya akan membawa ia ke dalam lingkaran kemiskinan lagi karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan. Kemiskinan struktural semacam ini menjadi lingkaran siklus yang sulit diputus; kemiskinan seakan diwariskan dari generasi ke generasi.

  1. Aspek agama

Hasil wawancara dan observasi kami menunjukkan bahwa pada dasarnya bukan kemauan pribadi mereka untuk menjadi pengamen. Namun, desakan ekonomi menggeser kebutuhan akan pendidikan menjadi kebutuhan untuk bekerja, mendapat uang dan makan. Pengamatan kami juga menunjukkan bahwa mereka tidak bekerja sendiri, mereka berada di bawah sebuah perkumpulan yang terorganisir.

Ketika saya menanyakan mengenai agama mereka. Mereka awalnya malu-malu, namun akhirnya mereka menjawab juga. Sebagaimana yang telah saya jelaskan di atas dari data observasi yang telah saya peroleh, meraka menjadi pengamen karena tidak ada lagi pekerjaan yang dapat mereka lakukan. Mereka tidak punya pekerjaan yang layak seperti yang diharapkan karena beberapa  faktor yang mendasari hal tersebut. Di antara faktor tersebut ialah faktor ekonomi, agama  dan pendidikan.

            Islam, itulah jawab mereka ketika saya menanyakan agama mereka. Meraka melaksanakan ibadah seperti halnya umat islam lainnya namun tidak sepenuhnya mereka melakasanakan ibadah seperti sholat puasa atau lainnya. Karena beratnya kehidupan yang mereka jalani dan keimannan yang dasarnya lemah serta keilmuan yang kurang. Mereka melaksanakan ibadah seperti sholat puasa atau lainnya hanya ketika mereka sempat atau sekedarnya saja.  

            Alasan mereka jarang berpuasa pada saat bulan puasa karena mereka mengamen dan tentunya orang yang mengamen itu menguras tenaga. Alasan tersebut sama dalam ibadah sholat mereka. Mereka jarang sholat karena sibuknya mengamen dan uang belum ditangan. Menjadi tipikal pengamen pada umumnya  karena tekanan dan keranya kehidupan yang harus dijalani.

 

 

 

 

 

BAB IV

KESIMPULAN

Ternyata di alun-alun Kota Malang tidak hanya ada pengunjung namun pengamen, pengemis dan pemulung juga ada disana. Mereka berpikir untuk lebih memilih mengamen di alun-alaun, karena dengan begitu mereka akan mendapatkan uang. Sedangkan kalau mereka melanjutkan untuk sekolah, tidak ada bantuan dari pemerintah sehingga mereka harus membiayai sekolah dengan susah payah. Mereka harus mencari biaya yang banyak untuk memenuhi kebutuhan dan membayar sekolah mereka. Di samping itu tidak ada pekerjaan lagi yang dapat mereka tekuni. Maka dari itu mereka bekerja sebagai pengamen. Setelah merasakan mendapat uang dari hasil mengamen, mereka lupa akan sekolah mereka. Mereka terlanjur menikmati kesenangan mendapatkan uang dari hasil mengamen tersebut.

Mereka tidak menyadari pentingnya sekolah, karena saat ini tidak mengalami secara langsung faedah dari bersekolah. Ada kecenderungan mereka lebih memilih mencari uang, karena mereka dapat merasakan secara langsung manfaatnya, meski tidak besar. Kebutuhan akan makanan mengalahkan kebutuhan akan pendidikan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Wahyu, MS, 1986, Wawasan Ilmu Sosial Dasar, Usana, Surabaya

Hartono, 2001, Ilmu Sosial Dasar,Bumi Aksara, Jakarta

Arnicun, Aziz, 2001, Ilmu Sosial Dasar,Bumi Aksara, Jakarta

Ranjabar, Jacopus, 2008, Pendekatan Realitas Sosial, Alfabeta, Bandung

Ranjabar, Jacopus, 2006, Sistem Sosial dan Budaya Indonesia,Ghalia Indonesia, Bogor

Ahmadi, Abu, 1991, Ilmu Sosial Dasar, Rhineka Cipta, Yogyakarta

Soekanto, Soerjono, 1983, Beberapa Teori Sosiologi tentang Struktur Masyaraka, Rajawali, Jakarta

Kuswarno, Engkus, 2009, Fenomenologi, Widya Padjajaran, Bandung

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN

Hasil Wawancara

Di Jalanan sekitar alun-alun Kota Malang pukul 14.00 remaja berusia 23 tahun  mendatangi pengunjung alun-alun Kota Malang sambil mernyanyikan lagu. Remaja itu pergi dari pengunjung tersebut setelah mendapat beberapa keping uang logam dan beberapa lembar kertas. Lalu dia duduk sambil menghitung hasil yang dia dapatkan. Dibawah ini adalah hasil wawancara saya dengan remaja yang bernama very:

Mannan: Siang mas.

Very    : Iya

Mannan: Lagi ngapain mas?

Very    : Lagi menghitung uang

Mannan: mas biasa mangkal di sini ya??

Very    : Iya,

Mannan: Banyak ya mas hasil ngamennya?

Very    : Iya, sehari biasanya dapet 10.000

Mannan:  gak ke sekolah atau kuliah mas??

Very    : Aku ndak sekolah mas……….

Mannan: Kenapa??

Bagas : Yah gimana ya mas, orang tua ndak punya duit. Untuk makan saja sulit, jadi ya buat membantu ekonomi keluarga mas.

Mannan: Mas ndak pengen sekolah?

Very    : Ingin sekali mas. Dulu saya sekolah mas, tapi karena orang tua tidak mampu akhirnya terpaksa saya berhenti sekolah.

Mannan: Emang mas, ngamennya sejak umur berapa ?? dan ayah ibu mas kerja apa??

Very    : aku ngamen sejak kecil, dan Ayah kerja tukang kuli bangunan sedangkan  ibu jadi tukang cuci

Mannan: Trus selama kerja disini, mas pernah bermasalah ndak sama orang– orang sekitar?

Very    : Alhamdulillah ndak pernah.

Mannan: Mas berasal darimana?

Very    : Aku dari sumber pocong.

Mannan: Oh gitu iya…mas makasih ya sudah mau diwawancara, saya pergi dulu ya…………….

Very    : iya sama-sama mas.

 

Setelah mengbrol cukup lama saya akhirnya meninggalkan Very setelah sebelumnya saya mengucapka terima kasih dan berjabat tangan.

Kanindo Syari’ah malang

LAPORAN HASIL OBSERVASI DI LEMBAGA KEUANGAN NON BANK

KOPERASI AGRO NIAGA INDONESIA (KANINDO) SYARI’AH MALANG JA-TIM

Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah

BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN

Dosen :

Hj.Umrotul Khasanah,S.Ag,M.Si

 

Disusun oleh :

Khoirul Imam (12530056)

M.Taufiqy (12530060)

Ahmat Taufik (12530055)

Mually (12530057)

M.Maulana Abbas (12530065)

Zainuddin (125530046)

Saifuddin Aminullah (12530037)

Imroatun Chalimatus Sa’diyah (12530041)

Urwatul Wusqo (12530047)

Juliana (12530042)

 

 

 

DIII PERBANKAN SYARI’AH

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

2012

 


 

Paparan Data Dan Pembahasan Observasi di KANINDO  Syari’ah

v  Paparan Data Hasil Penelitian

  1. 1.      Sejarah KANINDO  Syari’ah Malang Jatim

Koperasi Agro Niaga Indonesia (KANINDO ) Syari’ah yang berdomisili di Kabupaten Malang dirintis pendirinya sejak bulan September 1998 oleh beberapa aktifis gerakan koperasi,LSM,dan tokoh masyarakat yang peduli dengan pemberdayaan ekonomi rakyat.KANINDO  Syariah didirikan dalam rangka menggalang kekuatan kolektif masyarakat dari berbagai kalangan,mulai dari petani,peternak,pedagang,industri kecil,pengrajin dan wirausahawan lainya.

Jumlah anggota/calon anggota yang dilayani sebanyak kurang lebih 5000 orang tersebar diwilayah Malang Raya,yaitu Kab.Malang,Kota Malang dan Kota Batu.Sedangkan aset yang dikelola oleh KANINDO  Syari’ah Malang Jatim kurang lebih sebesar Rp.24.000.000.000;.Anggota KANINDO  Syari’ah Malang Jatim dengan Badan Hukum Provinsi untuk sementara tersebar di wilayah Malang Raya untuk menunjang pelayanan anggota dan calon anggota agar lebih optimal.KANINDO  Syariah Malang Jatim membuka 8 Kantor Cabang dan 1 Cabang pembantu.

Sesuai dengan pasal 5 AD/ART KANINDO  Syariah Malang Jatim ada 2 unit usaha KANINDO  Syariah yaitu:

a.Unit Jasa Keuangan Syaria’h,seiring dengan perkembangan dan perjalanan waktu koperasi Agro Niaga Indonesia pada unit koperasi simpan pinjam mulai tahun 2003 telah berubah dari sistem konvesional ke sistem syari’ah (Unit Jasa Keuangan Syaria’h),langkah tersebut merupakan wujud dari keberpihakan dan menjalankan ekonomi syari’ah.

b.Unit Perumahan,diawali dari kerjasama dengan Menpera dalam menyalurkan program KPRS bersubsidi,yang di peruntukkan bagi masyarakat umum,disamping itu juga mengembangkan kawasan perumahan.

Berdirinya KANINDO  Syari’ah Jatim Malang ini telah mendapat legalitas berupa:

a.Nama Koperasi: Koperasi Argo Niaga Indonesia (KANINDO  SYARIAH) Malang Jatim

b.No.Badan Hukum:No.029/BH/KDK/13.13/XII/1998 Tanggal 10 Des 1998

c.Akte Perubahan No.:05/PAD/KDK/13.13/XI/2000 Tanggal 2 Nov 2000

 

  1. 2.      Visi Misi KANINDO  Syari’ah Malang Jatim
  • Visi

“Membangun Idealisme dan Profesionalisme untuk mencapai kesejahteraan bersama dalam naungan ridho Ilahi”

  • Misi                

a.Mengembangkan sistem ekonomi,khususnya lembaga keuangan berdasarkan Syariah Islam.

b.Memajukan kegiatan usaha (Ekonomi) anggota masyarakat,khususnya usaha mikro/kecil dan menengah (UKM)

c.Meningkatkan kualitas sumber daya manusia koperasi khususnya (Materiil/Spiritual)

d.Meningkatkan harkat dan martabat hidup anggota / masyarakat (pemenuhan kebutuhan pangan,sandang dan papan)

  1. 3.      Kantor Cabang

Dalam pengembanganya KANINDO Syariah Malang Jatim ini memiliki tiga belas Cabang yang tergabung di dalamnyayaitu:

1.Kantor Pusat:Jl.Raya Sengkaling 293 Dau-Malang

2.Cabang Dau meliputi Kec,Dau dan sekitarnya

Alamat Kantor:Jl.Raya Sengkaling No.293 Dau-Malang

3.Cabang Pujon meliputi Kec.Pujon dan sekitarnya

Alamat Kantor : Jl.Brigjen Abdul Manan Pujon-Malang

4.Cabang Wajak meliputi Kec. Wajak dan sekitarnya

Alamat Kantor:Jl.P.Sudirman No.89 Wajak-Malang

5. Cabang Wonosari meliputi Kec.Wonosari dan sekitarnya

Alamat Kantor : Jl.Raya Tumpang Rejo Wonosari –Malang

6. Cabang Pembantu Wonosari di Slorok

Alamat Kantor : Jl.Raya Slorok

7. Cabang Wagir

Alamat Kantor : Jl.Raya Sidorahayu Wagir

8.BMT Assalam

Alamat Kantor : Jl.KH.Sun’am Penarukan Kepanjen

9. Cabang singosari meliputi Kec.Singosari dan sekitarnya

Alamat Kantor : Jl.Tumapel no 119 Kec .Singosari –Malang

10.Cabang Batu

Alamat Kantor: Jl.Dewi Sartika B-8 Kota Batu

11.Cabang Merjosari

Alamat Kantor:Jl.Tambak Sari 80

12.Cabang Turen

Alamat Kantor:Jl.P.Sudirman 233

13.Cabang Pakisaji

Alamat Kantor:Jl.Raya Pakisaji 154

14.Cabang Ngantang

Alamat Kantor:Jl.Raya Selorejo

4.Struktur Organisasi KANINDO  Syari’ah Malang Jatim

Struktur organisasi merupakan mekanisme-mekanisme corak bagaimanaorganisasi dikelola.Sehingga struktur organsasi juga dapat menunjukan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan dan fungsi-fungsi,bagian-bagian,atau posisi-posisi,yang menunjukan kedudukan,tugas wewenangdan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi.Dalam demikian,dalam struktur ini mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja,koordinasi,sentralisasi dalam pembuatan kepuasan atau kebijakan

Struktur Organisasi yang ada di KANINDO  Syari’ah Malang Jatim bersifat sentralisasi (terpusat),yaitu segala keputusan dan kebijakan serta wewenang menjadi tanggung jawab dalam rapat anggota tahunan (RAT).Adapun struktur kelembagaan KANINDO  syariah adalah sebagai berikut:

1.Nama Koperasi                                   : KANINDO  syariah Jatim

2.Tanggal berdiri                                   : 10 Deseember 1998

3,Alamat Koperasi                                 : Jl.Raya Sengkaling No.293 Malang

4.Telepon/Fax                                        : 0341-464445

5.No.& Tgl.Badan Hukum                    : No.029/BH/KDK/13.13/XII/1998

6.Akte Perubahan No.                           : 05/PAD/KDK/13.13/XI/2000

5.Job Discription KANINDO  Syari’ah Jatim Malang

1)      Manajer

a)      Menyusun Rencana Anggaran dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja

b)       Mengorganisir pelaksanaan kegiatan koperasi.

c)       Mengawasi dan memantau kerja staff dibawahnya

d)      Sosialisasi target

e)       Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan perencanaan dan agenda kerja

f)        Pengawasan penyaluran pembiayaan dan jumlah transaksi.

g)       Penyelesaian anggota pembiayaan yang macet.

h)      Kas Opname.

i)         Menyusun laporan periodik bulanan,triwulan,semester,dan tahunan.

j)         Memberi masukan dan saran serta usulan kepada pengurus.

k)       Optimalisasi usaha yang ada.

l)         Monitoring komparasi antara neraca dengan list saldo dan melaksanakanpenataan dokumen atau arsip laporan.

2)      Pengawas

a)      Menetapkan  kebijaksanaan umum dan kebijaksanaan operasional dibidang usaha,keuangan,organisasi managemen,karyawan dan pengawasan intern.

b)      Memutuskan pembukuan dan penutupan unit pelayanan usaha koperasi.

c)      Meminta pertanggung jawaban atau keterangan tentang pengelolaan usaha,keuangan,managemen dan kekaryawanan kepada koperasi.

d)     Melakukan pengawasan dan pengendalian serta mengambil langkah-langkah yang dianggap penting untuk mengamankan pelaksanaan rencana kerja dan Anggaran Belanja Tahunan.

e)      Mengangkat,memutasikan dan atau memberhatikan karyawan sesuai dengan usulan direksi atau manajer.

f)       Menunjuk tanaga ahli untuk melakukan kegiatan perencanaan,asistensi managemen,penyusunan sistem prosedur,audit dan atau kegiatan teknis lainya.

3)      Kepala Cabang

a)      Kedisiplinan dan ketaatan dengan memantau dan memonitor kinerja staff di cabang.

b)      Memeriksa keabsahan atau kelayakan pembiayaan dan penanda tanganan aqad pembiayaan.

c)      Laporan mingguan,bulanan,triwulan,semester dan tahunan.

d)     Melakukan meeting seminggu sekali.

e)      Sosialisasi tata tertib karyawan.

f)       Memutuskan hasil evaluasi kelayakan calon anggota pembiayaan.

4)      Customer Service

a)      Kasir                                                                                                   

Menyiapkan dan menerima uang.

Menyiapkan bukti penerimaan dan pengeluaran uang.

Mengeluarkan uang sesuai dengan perintah atau otoritas.

Mengadministrasi bukti penerimaan dan pengeluaran kas secara teratur.

Bertanggung jawab atas ketepatan saldo kas.

b)      Pembukuan

Memberi laporan kas saldo harian kepada kepala bagian keuangan.

Lap.rutin bulanan,triwulan,semester dan tahunan.

Menghitung bagian hasil dengan nisbah.

Menyiapkan perjanjian setalah disetujui oleh atasan.

Menyimpan dan mengarsipkan perjanjian yang sudah ditanda tangani oleh atasan.

c)      Account Officer

Mengumpulkan data dan informasi calon anggota pembiayaan.

Menganalisa keabsahan surat dan data asli calon anggota pembiayaan.

Survei atau investigasi untuk menganalisa kelayakan usaha.

Menyiapkan perjanjian yang telah disahkan.

6.Produk-produk jasa unit keuangan KANINDO Syariah Malang Jatim

Adapun produk-produk KANINDO Syariah Malang Jatim dapat dijabarkan sebagai berikut:

1).Pembiayaan Syari’ah

A.Produk-produk Simpanan yang dikelola antara lain:

1.Simpanan Wadi’ah

a.Syarat

1).Fotocopy identitas (SIM,KTP,Paspor,dll)

2).Mengisi formulir pengajuan simpanan

3).Setoran dilakukan sekaligus

b.Ketentuan

1.Jangka Waktu Simpanan Tidak Mengikat

2.Biaya penyimpanan sebesar 2% dari simpanan atau Rp 20.000 apabila simpanan dibawah ini Rp.1000.000,00

2.Simpanan Berjangka

Simpanan nasabah berbentuk tabungan berjangka sesuai dengan sistem syariah dengan jangka waktu tertent,nisbah bagi hasil(nasabah:kanindo):

Jangka waktu  nisbah

1.3 bulan         50%:50%

2.6bulan          55%:45%

3.12bulan        60%:40%

a.Syarat : Simpanan minimal Rp 500.000

b.Ketentuan

1).Pemberian bagi hasil diberikan tiap akhir bulan

2).Untuk deposito yang telah jatuh tempo:

Bagi nasabah yang akan mencairkan depositonya harus memberi tahukan kepada KANINDO minimal satu hari sebelumnya,apabila dua hari  tidak dicairkan maka secara otomatis akan diperpanjang kembali untuk jangka waktu yang sama(perpanjangan otomatis).

3).Pada waktu permintaan pembayaran kembali simpanan deposito ini sertifikat-sertifikat harus diserahkan pada KANINDO dengan dibubuhi tanda tangan pemegang atau pemilik.

4).Sertifikat deposito tidak dapat dipindah tangankan jika pemilik meninggal dunia uang simpanannya akan dibayarkan kepada ahli waris.

5).Pencairan yang akan dilakukan oleh ahli waris menyampaikan dokumen sebagai berikut:surat keterangan meninggal dunia oleh pejabat yang berwenang.

6).Sertifikat simpanan deposito,jika tidak ada maka digunakan data-data yang ada di KANINDO Kab.Malang.Jika simpanan berjangka diiliki suatu badan/badan usaha/lembaga organisasi,bila terjadi pergantian pengurus harus ada bukti tertulis(berita acara serah terima,dsb).

8).Perubahan nama,alamat,tanda tangan dll yang menyimpang dari ketentuan yang pernah diberikan kepada KANINDO harus segera diberitahukn secara tertulis kepada KANINDO

c.Ketentuan reword and punishment untuk marketing

1.reword

Reword dapat diberikan sesuai dengan saldo kependapatannya sebesar 10% dari bagi hasil yang diterima olah KANINDO,apabila diperpanjang 9% dari bagi hasil dari yang diterima oleh KANINDO reword dihitung sesuai dengan produk simpanannya.

2.Punishment

Apabila simpanan dicarikan sebelum waktunya maka reword secara otomatis bagus

3.Simpanan Pendidikan (Si Pintar)

a.Syarat

1.Fotcopy identitas diri (KTP,SIM,Kartu Pelajar Dll).

2.Mengisi formulir pengajuan suimpanan.

3.Setoran bisa dilakukan tiap mingguan atau bulanan.

b.Ketentuan

1.Simpanan tidak dapat diambil sebelum jatuh tempo.

2.Jangka waktu simpanan pendidikan 3,6,12, bulan,disesuaikan dengan rencana pendidikan.

3.Penyetoran dan penarikan dapat dilakukan pada waktu jam kerja selama kas buka.

4.Penarikan atau pencairan dilakukan pada bulan januari dan juni.

5.Selama penarikan penabung harus menunjukan sertifikat tabunganya kepada petugas koperasi.

6.Penarikan yang dilakukan oleh bukan penabung sendiri harus dilengkapi dengan surat kuasa penabung.

7.Nisbah bagi hasil 50:50 (50% untuk Nasabah dan 50% untuk KANINDO)

8.Bonus saldo Rp.5000

 

4.Simpanan Qurban dna Idul Fitri (Qori)

a.         Syarat

1.         Fotocopy identitas diri (KTP, SIM, Paspor dll)

2.         Mengisi formulir pengajuan simpanan

3.         Akad simpanan minimal Rp. 500.000,- per tahun

4.         Setoran dilakukan atiap bulan

b.         Ketentuan

1.         Simpanan tidak dapat diabil sebelum jatuh tempo

2.         Simpanan qurban disesuaikan denganrencana waktu qurban

3.         Penyetoaran dan penarikan dapat dilakukan pada waktu jam kerja selam kas buka

4.         Penarikan/penarikannyadilakukan menjelan Idul Qurban

5.         Selama penarikan penabung harus menunjukkan sertifikat tabungannya kepad petugas koperasi

6.         Penarikan yang dilakukan oleh bukan penabung sendiri harus di lengkapi dengan surat kuasa penabung

7.         Nisbah bagi hasil 55 :45 (55%untuk nasabah penabung dan 45% untuk KANINDO selaku pengelola)

c.         Manfaat

1.         Sebagai simpanan untuk mewujudkan dalam dalam  berqurban

2.         Sebagai sarana dakwah dan syiar agama

5.Simpanan Haji (Arofah)

a. Syarat

            1. Fotocopy identitas KTP dan KK (4) lembar

            2. Mengisi formulir penajuan simpanan

            3. Fotocopy surat nikah

b. Ketentuan

            1. Simpanan tidak bisa diambil sebelum jatuh tmpo

            2. Setoran bisa dilakukan bulanan dan mingguan

            3. Jangka waktu haji disesuaikan dengan rencana keberangkan\tan

4. Apabila terjadi perubahan jadwal rencana keberangkatan haji simpana tersebut bisa dicairkan dan bagi hasil di sesuaikan dengan masa pengedapan saldo simpanan trsebut

5.Penyetoran dan penarikan dapat dilakukan pada waktu jam kerja selama kas buka

6.Selama penarikan penabung harus menunjukkan buku tabungannya pada petugas koperasi

7.Penarikan yang di lakukan olehbukan penabung sendiri harus di lengkapi dengan surat kuasa penabung

8.Nisbah penabung 50;50 (50% untuk nasabah penabung dan untuk kanindo selaku pengelola)

c. Manfaat

1.Sebagai simpanan untuk menunaikan ibadah haji

2.Mewujudkan secara ibadah haji

d.Tehnis pelaksanaan bagi yang memanfaatkan dana tabungan haji dari BMI

1.Untuk mendapatkan kepastian pemberangkatan haji, nasabah menyetor minimal tabungan Rp 3.150 dengan rincian

2.Administrasi alqord Rp 1,500,000

3.Rp. 1.000.000,- di setor kedepag untuk mendapatkan kursikeberangkatn ditambah dengan dana talangan  Al-Qord Rp. 19.000.000,- dengan diangsur 12 bulan

4.Membuka tabungan Shar-E sebesar Rp. 525.000, (Rp. 25rb Adm Shar E) jadi saldo Shar-E Rp. 500.000,.-

5.Saldo tabungan haji (Tabungan Arofah kalau di BMI) Rp. 100,.-

6.Saldo simpanan haji di KANINDO sebesar RP. 25.000,.-

7.Dana talangan daari BMI  RP. 19.000.000,.- di angsur selama 12 bulan. Jadi perbulan sebesar  Rp. 1.583.333,33,.-.

8.Simpanan yang melalui KaNINDO apabila saldo sudah mencapai Rp. 3.15.00,- akan didaftarkan untuk mendapatkan kepastian pemberangkatan. Dengan persetujuan dari penabung apabila bermaksut untuk mengajukan dan talangan (dengan syarat penabung mampu mengangsur tiap bulannya)

9.Angsuran dapat dititipkan di kantor KANINDO

6.Simpanan Aqiqoh Dan Walimah (IQOMAH)

            a. Syarat

                        1. Fotocopy identitas diri (KTP, SIM, Paspor Dll)

                        2. Mengisi formulir pengajuan pinjaman.

                        3.Akad simpanan minimal Rp. 500.000,-

                        4.Setoran dilakukan tiap bulan.

            b. Ketentuan

                        1.Simpanan tidak diambil sebelum jatuh tempo.

                        2.Jangka waktu simpanan Aqiqoh dan Walimah disesuaikan rencana pembukuan simpanan.

                        3.Penyetoran dan penarikan dapat dilakukan pada waktu jam kerja selam kas buka.

                        4.Penarikan /pencaairan dapat dilakukan menjelang Idul Fitri atau bulan Ramadhan.

                        5.Selama penarikan penabung harus menunjukkan sertifikat tabungannya kepada petugas koperasi..

                                    6.Penarikan yang dilakukan oleh bukan penabung harus dilengkapi surat kuasa penabung.

                        7.Nisbah bagi hasil 50:50 (50% untuk nasabah penabung dan 50% untuk KANINDO)

            c. Manfaat :Simpanan untuk persiapan Aqiqoh dan Walimah

7. Simpanan Wali Songo

            a. Syarat

                        1. Fotocopy identitas diri (KTP, SIM, Paspor Dll).

                        2. Mengisi formulir pengajuan pinjaman.

                        3.Akad simpanan minimal Rp. 500.000,-

                        4. Setoran dilakukan tiap minggun atau bulanan.

            b. Ketentuan

                        1. Simpanan tidak diambil sebelum jatuh tempo.

                        2. Setoran pertama Rp. 50.000,- selanjutnya minimal Rp. 5.000

                        3. Dapat disetor langsung mapun di datangi ke tempat usaha.

8. Simpanan Rumah Sehat

            a. Syarat

                        1. Fotocopy identitas diri (KTP, SIM, Kartu Pelajar Dll)

                        2. Mengisi formulir pengajuan simpanan.

                        3. Setoran bisa dilakukan tiap mingguan atau  bulanan

            b. Ketentuan

                        1. Jangka waktu simpanan tidak mengikat.

                        2.Biaya penyimpanan sebesar 2% dari simpanan atau Rp. 20.000,- apbila simpanan dibawah  Rp. 1.000.000,-

9. Simpanan Mudah Manfaat (MUKAFA)

            MUDAH :

1.         Bisa diambil sewaktu-waktu

2.         Menggunakan prinsip Wadiah Yad Ad-Dlamanah.

Multi Fungsi : Bisa digunakan untuk berbagai keperluan, bayar listrik, air, telepon dll.

B. Produk-produk pembiayaan (Lending) yang dikelola antara lain :

            1. Pembiayaan Murabahah

            Pembiayaan dengan prinsip jual beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang di sepakati dengan pihak KANINDO sebagai penjual dan nasabah selaku pembeli.

            Pembayaran dapat dilakukan secara angsuran sesuai dengan kesepakatan bersama.

a.         Syarat/ketentuan Pengajuan Pembiayaan

1.         Fotocopy KTP Suami/Istri.

2.         Fotocopy KK.

3.         Rek. Listrik tiga bulan terakhir.

4.         Fotocopy jaminan (certifikat di sertai surat keterangan dan suart pernyataan dari desa)

5.         Fotocopy STNK & BPKB.

6.         Gesekan nomor mesin dan nomor angka (khusus kendaraan luar kota cek fisik bantuan dari SAMSAT).

7.         Jangka waktu 12, 18 dan 24 bulan.

b.         Sistem angsuran

1.         Angsuran pokok + provit margin.

2.         Angsuran tetap sesuai dengan jangka waktu pembayaran.

3.         Provit margi 24%.

2.Pembiayaan Mudhrobah

Pembiayaan dengan prinsip bagi hasil dengan nisbah sesuai dangan kesepakatan

a.         Syarat / Ketentuan Pengajuan

1.         Fotocopy KTP Suami/Istri.

2.         Fotocopy KK.

3.         Rek. Listrik tiga bulan terakhir.

4.         Fotocopy jaminan (certifikat di sertai surat keterangan dan suarat pernyataan dari desa).

5.         Fotocopy STNK & BPKB.

6.         Jangka waktu 3 bulan.

7.         Pembukuan 3 bulan terakhir

b.         Sistem Pengembalian

1.         Bagi hasil dibagi setiap bulan.

2.         Sistem pengembalian sekaligus.

3.         Bagi hasil menurun sesuai dengan pokok yang masuk.

4.Pembiyaan Musyarokah

Pembiyaan dengan prinsip bagi hasil yang porsinya di sesuaikan dengan porsi penyertaan modal.

a.         Syarat / Ketentuan Pengajuan

1.         Fotocopy KTP Suami/Istri.

2.         Fotocopy KK.

3.         Rek. Listrik tiga bulan terakhir.

4.         Fotocopy jaminan (certifikat di sertai surat keterangan dan suarat pernyataan dari desa).

5.         Fotocopy STNK & BPKB.

6.         Jangka waktu 12 dan 18 bulan.

7.         Pembukaan 3 bulan terakhir.

b.         Sistem Pengembalian

1.         Angsuran pokok + bagi hasil.

2.         Bagi hasil menurun sesuai dengan pokok yang masuk.

3.         Sharing provit sesuai dengan modal penyertaan atau pembiayaan yang di berikan.

5.Pembiayaan Qordhul Hasan

Pembiayan yang di berikan KANINDO dengan pertimbagan dan syarat-syarat khusus untuk kepentingan Da’wah, Darurot, Du’afa dll.

a.         Syarat / Ketentan Pengajuan

1.         Fotocopy KTP Suami/Istri.

2.         Fotocopy KK.

3.         Rek. Listrik tiga bulan terakhir.

4.         Fotocopy jaminan (certifikat di sertai surat keterangan dan suarat pernyataan dari desa).

5.         Fotocopy STNK & BPKB.

6.         Jangka waktu 3 bulan .

b.         Sistem Pengembalian

1.         Infaq di berikan tiap bulan.

2.         Sistem pengembalian Angsuran.

6.Pembiayaan Ba’i Bitsaman  Ajil

Pembiayaan untuk membeli barang-barang konsumtif atau kendaraan bermotor dimana KANINDO akan membeli barang tersebut. Kemudian dijual kepada anggota/calon anggota dengan  mengambil keuntungan untuk dibayar secara angsur.

a.         Syarat : Uang minimal 30%

b.         Sistem pengembalian : Angsuran

2) .Unit Perumahan

Kerja sama dengan kementrian perumahan rakyat untuk program perumahan bersubsidi. Disamping itu juga mengembangkan kawasan perumahan.

3).Unit Usaha Lain

Sebagai badan usaha, maka peluang usaha dalam bidang lain yang berbasis kepada anggota akan diupayakan misalnya : Agro Industri, Toko saprotan, Toko bahan bangunan, dll.

a.         Syarat / Ketentuan Pengajuan

1.         Fotocopy KTP Suami/Istri.

2.         Fotocopy KK.

3.         Rek. Listrik tiga bulan terakhir.

4.         Fotocopy jaminan (certifikat di sertai surat keterangan dan suarat pernyataan dari desa).

5.         Fotocopy STNK & BPKB.

6.         Gesekan nomor mesin dan nomor angka (khusus kendaraan luar kota cek fisik bantuan dari SAMSAT)

7.         Jangka waktu 12,18 dan 24 bulan (Murabahah dan Musyarokah)

8.         Khusus Mudharobah jangka waktu maximal 6 bulan

b.         Sistem Angsuran

 Murabahah

1.         Angsuran pokok + provit marjin

2.         Angsuran tetap sesuai dengan jangka waktu pembayaran

3.         Provit margin 24% per tahun

Musyarokah

1.         Angsuran pokok + bagi hasil

2.         Bagi hasil menurun sesuai dengan pokok yang masuk

3.         Shring provit sesuai dengan modal penyertaan atau pembiayaan yang di berikan.

 

Mudharobah

1.         Bagi hasil dierkan tiap bulan

2.         Sistem pengembalian modal sekaligus

3.         Bagi hasil menurun sesuai dengan pokok yang masuk.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

El Zawa

LAPORAN HASIL OBSERVASI

EL-ZAWA

Guna memenuhi tugas bank dan lembaga keuangan lain

Oleh : Dr.Hj. Umrotul Khasanah

 

Disusun oleh kelompok 4 :

  1. Abdul Mannan
  2. Ahmad thosin
  3. Lailatun Nafisah
  4. Siti Maryam
  5. Rahmawati
  6. Dwi kapika
  7. Elok aulal inayah
  8. Faridatul Jannah

 

 

 

 

JURUSAN PERBANKAN SYARI’AH

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM

MALANG 2012

 

                                                            

                                         LEMBAGA KEUANGAN  EL-ZAWA

  1. Latar belakang

 

Pusat kajian zakat dan wakaf “el-zawa” merupakan sebuah unit khusus  di UIN malang  yang tidak ada di universitas lain. Awal mula berdirinya el-zawa, ialah banyaknya dana karyawan yang tidak tersalurkan dengan baik di Univeritas UIN Malang ini, sehingga hal itu  mendorong berdirnya lembaga ini.  

El-zawa berdiri pada tanggal 22 nopember 2006, dan secara resmi berdiri berdasarkan atas SK Rektor No. Un.3/Kp.07.6/10l4/2007 pada tanggal 27 januari 2007 tentang penunjukan pengelola pusat kajian zakat dan wakaf dilingkungan uin maulana malik Ibrahim malang.

SK Rektor tersebut diawali oleh pelaksanaan seminar dan ekspo zakat Asia Tenggara antara fakultas syari’ah bekerja sama dengan institut manajemen zakat(IMZ) Jakarta dan universitas teknologi mara(UiTM) Malaysia, pada tanggal 22 November 2006. Bersamaan dengan acara tersebut, dilaksanakan pula  penandatanganan pendirian Pusat Kajian Zakat dan Wakaf oleh Menteri Agama Republik Indonesia,  Muhammad M. Basyuni.

Untuk memberikan identitas yang mudah dihafal bagi Pusat Kajian Zakat dan Wakaf di Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, dipilih “eL-Zawa”  sebagai nama lembaga ini. “el-Zawa” merupakan kependekan dari al-Zakat wa al-Waqf, kosakata bahasa Arab yang berarti zakat dan wakaf. Kata “Zawa” sendiri berasal dari bahasa Arab memiliki makna “menyingkirkan dan menjauhkan”.

Dalam konteks ini, “el-Zawa” dapat diartikan sebagai lembaga yang salah satu misinya adalah menyingkirkan ketidakjelasan konsep zakat dan wakaf sehingga masyarakat Muslim lebih mudah memahami dan melaksanakan zakat dan wakaf secara tepat. Begitu pula, “el-Zawa”  dapat diartikan sebagai lembaga yang akan menjauhkan masyarakat Muslim dari ketidakbersihan harta sehingga mereka dapat menyucikan harta mereka melalui zakat dan menginfaqkan sebagian rezeki mereka dalam bentuk wakaf.

  1. VISI dan MISI

VISI : Menjadi pusat kajian tentang ZIS dan Wakaf yang berorientasi pada upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.

MISI :

1)   Melakukan kajian tentang hukum ZIS dan Wakaf, baik kajian literatur klasik maupun kontemporer

2)   Melakukan kajian manajemen pengelolaan dan pelaksanaan ZIS dan Wakaf

3)   Membuat pusat percontohan/laboratorium sistem dan manajemen pengelolaan ZIS dan Wakaf

            3. TUJUAN BERDIRI

Pusat Kajian Zakat dan Wakaf “eL-Zawa” bertujuan untuk:

a.   Menciptakan blue print (cetak biru) manajemen pelaksanaan ZIS dan Wakaf.

b.   Mensosialisasikan konsep-konsep hukum dan manajemen pengelolaan dan pelaksanaan ZIS dan wakaf melalui media massa dan penerbitan buku.

c.   Menciptakan laboratorium hukum dan manajemen ZIS dan Wakaf.

                                                                    

 

4. KEPENGURUSAN

STRUKTUR ORGANISASI EL-ZAWA

Pelindung                    : Prof.Dr.H.Imam Suprayogo

Penasehat                    : Drs.K.H.Chamzawi,M.Hi

  Dr.M.Fauzan Zenrif.M.Ag

Ketua                          : Dr.Sudirman Hasan,MA.

Sekretaris                    : H.M.Toriquddin,Lc,M.HI

Bendahara                   : Idrus Andy Rahman,S.Hum

Staf Administrasi        : M.Badruddin,S.HI

Staf  Keuangan           : Khoirul Anwar,S.HI

5.PROGRAM KEGIATAN

Program unggulan Pusat Kajian Zakat dan Wakaf “eL-Zawa” antara lain adalah:

  1. Penerbitan Buku, di antaranya “Menjadikan Mustahiq sebagai Muzakki: Studi Komparatif Manajemen Pengelolaan Zakat di Asia Tenggara.”
  2. Kajian Rutin literatur klasik dan kontemporer tentang zakat dan wakaf sebanyak 2 (dua) kali dalam sebulan (setiap minggu kedua dan keempat). Kegiatan ini diharapkan menghasilkan kajian tentang hukum fiqh dan hukum legal formal Indonesia tentang ZIS dan Wakaf dan dipublikasikan dalam bentuk buku sebanyak 2 (dua) buku setiap tahun.
  3. Studi lapangan pelaksanaan manajemen ZIS dan Wakaf di Malang Raya dan Surabaya. Kegiatan ini diharapkan akan menghasilkan konsep awal blue print (cetak biru) pelaksanaan ZIS dan Wakaf dan diterbitkan dalam bentuk buku panduan manajemen dan sistem pelaksanaan ZIS dan Wakaf   untuk diberikan kepada pengambil kebijakan dan lembaga pengelola ZIS dan Wakaf, baik di tingkat lokal maupun nasional.

  d. Studi lapangan potensi dan kelemahan mustahiq al-zakat (penerima   zakat). Kegiatan ini diharapkan menghasilkan database (data dasar) penerima zakat dan pengelola wakaf di Kota Malang.

  e. Melaksanakan studi komparatif ke Institut Manajemen Zakat (IMZ) Jakarta dan Studi Magang di Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia selama 2 bulan. Kegiatan ini diharapkan akan menghasilkan sebuah konsep dan sumber daya manusia yang profesional.

 f. Menjalin kerjasama dengan Lembaga Pengelola Zakat Internasional (Saudi  Arabia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura). Kegiatan ini diharap akan menjadikan Pusat Kajian Zakat dan Wakaf “eL-Zawa” sebagai salah satu lembaga yang dipercaya untuk mengelola dan mendistribusikan keuangan zakat dan wakaf dari lembaga mitra tersebut.

6. LAPORAN KEUANGAN

                      PUSAT KAJIAN ZAKAT DAN WAKAF “EL-ZAWA”

UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

LAPORAN KEUANGAN BULAN OKTOBER 2012

     

Saldo Awal

 

 Rp               293,269,764

Pemasukan

   
 

Bagi Hasil Jasa Bank

 Rp                     389,054

 

Zakat

 Rp                38,127,669

 

Infaq-Sedekah

 Rp                  1,617,200

 

Wakaf Uang

 Rp                     100,000

 

Pengembalian UMKM

 Rp                  7,870,850

 

Pengembalian   Mudharabah

 
 

Bagi Hasil Mudharabah

 
 

Pengembalian   Murabahah

 Rp                  2,700,000

 

Keuntungan Murabahah

 Rp                     320,000

 

Pengembalian Qardh   al-Hasan karyawan/wati

 Rp                31,485,000

 

Pengembalian Qardh   al-Hasan Sepeda Motor

 Rp                  7,493,760

 

Pengembalian Qardh   al-Hasan mahasiswa/i

 Rp                     400,000

 

   
     

Saldo

 

 Rp              384,037,258

Pengeluaran

   
 

Administrasi bank

 Rp                       32,000

 

Pajak bank

 Rp                       77,816

 

UMKM

 Rp                  6,000,000

 

Mudharabah

 Rp                                -

 

Murabahah

 Rp                12,000,000

 

Qardh al-Hasan   karyawan/wati

 Rp                47,500,000

 

Qardh al-Hasan   mahasiswa/i

 Rp                                -

 

Beasiswa Pendidikan

 Rp                  7,675,000

 

Hewan Kurban

 Rp                11,000,000

 

Santunan sosial

 Rp                  2,692,800

 

Ibnu Sabil

 Rp                                -

 

Biaya Operasional

 Rp                  2,524,300

 

Biaya cetak

 Rp                  7,420,000

     
     
     

Saldo Akhir

 

 Rp              286,851,351

 

                7. KENDALA

Kendala yang dihadapi el-zawa yaitu kesulitan dalam sumber daya manusianya,karena tergolong masih lembaga yang baru berdiri.

            8.HARAPAN

1.Harapan ke dapannya memberikan biaya gratis pada anak-anak yang kurang mampu disekitar malang, sekaligus membantu UKM yang ada di malang juga

2.Membuka cabang diberbagai daerah dan menjadi acuan bagi lembaga lain.

9.KESIMPULAN              

El-zawa adalah lembaga keuangan yang mengurusi masalah zakat dan wakaf. Dana rutin per-bulan didapatkan dari semua pegawai yang berada di UIN sekitar 35.000.000 yang dialokasikan untuk berbagai macam kegiatan diantaranya : Beasiswa, Pembiayaan UMKM, Qordhul Hasan, Santunan anak yatim dan sebagainya.

 Laba Bersih yang diperoleh per-tahun rata-rata sekitar 200.000.000 -300.000.000 yang dialokasikan kembali untuk berbagai macam kegiatan setiap  tahun.

Rahasia el-zawa tetap aktif dan exis yaitu dibangun dengan 4 unsur :

  1. Politik Power
  2. Leadership Power
  3. Financial Power
  4. Manajer Power

Diantara 4 faktor tersebut yang paling menonjol adalah financial powernya yang faktanya el-zawa tetap exis sampai sekarang.

                                                            Narasumber : Idrus Andy Rahman,S.Hum

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BMT Sidogiri

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar belakang

Baitul Mal Wa Tamwil (BMT) terdiri dari dua istilah, yaitu baitul mal dan baitut tamwil. Baitul maal lebih mengarah pada usaha-usaha pengumpulan dan penyaluran dana yang non profit, seperti zakat, infak dan shodaqoh. Sedangkan baitut tamwil sebagai usaha pengumpulan dan dan penyaluran dana komer.  Di Indonesia sendiri setelah berdirinya Bank Muamalat Indonesia (BMI) timbul peluang untuk mendirikan bank-bank yang berprinsip syariah. Operasinalisasi BMI kurang menjangkau usaha masyakat kecil dan menengah, maka muncul usaha untuk mendirikan bank dan lembaga keuangan mikro, seperti BPR syariah dan BMT yang bertujuan untuk mengatasi hambatan operasioanal daerah.

Disamping itu di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang hidup serba berkecukupan muncul kekhawatiran akan timbulnya pengikisan akidah. Pengikisan akidah ini bukan hanya dipengaruhi oleh aspek syiar Islam tetapi juga dipengaruhi oleh lemahnya ekonomi masyarakat. Oleh sebab itu peran BMT agar mampu lebih aktif dalam memperbaiki kondisi tersebut.

Untuk mewujudkan masyarakat adil dan efisien, maka setiap tipe dan lapisan masyarakat harus terwadahi, namun perbankan belum bisa menyentuh semua lapisan masyarakat, sehingga masih terdapat kelompok masyarakat yang tidak terfasilitasi yakni:

  1. Masyarakat yang secara legal dan administrative tidak memenuhi kriteria perbankan. Prinsip kehati-hatian yang diterapkan oleh bank menyebabkan sebagian masyarakat tidak mampu terlayani. Mereka yang bermodal kecil dan penghindar resiko tersebut, jumlahnya cukup signifikan dalam Negara-negara muslim seperti Indonesia, yang sebenarnya secara agregat memegang dana yang cukup besar.
  2. Masyarakat yang bermodal kecil namun memiliki keberanian dalam mengambil resiko usaha. Biasanya kelompok masyarakat ini akan memilih reksa dana atau mutual fund sebagai jalan investasinya.
  3. Masyarakat yang memiliki modal besar dan keberanian dalam mengambil resiko usaha. Biasanya kelompok ini akan memilih pasar modal atau investasi langsung sebagai media investasinya.
  4. Masyarakat yang menginginkan jasa keuangan non-investasi, misalnya pertanggungan terhadap resiko kekurangan likuiditas dalam kasus darurat, kebutuhan dana konsumtif jangka pendek, tabungan hari tua, dan sebagainya. Kesemua produk tersebut tidaklah ditawarkan oleh perbankan (karena regulasi perbankan yang juga membatasinya). Sebagai alternatifnya, kelompok masyarakat tersebut akan menggunakan jasa asuransi, pegadaian dan dana pensiun sebagai pilihan investasinya.

B. Maksud dan tujuan

  1. Dengan ditulisnya makalah ini, penulis berharap dapat membantu memberikan pengetahuan mengenai lembaga keuangan non bank khususnya BMT. Dalam realita kehidupan yang ada BMT dapat menggantikan peran perbankan di masyarakat karena BMT ini tidak terlalu memberikan banyak persyaratan bagi nasabahnya.
  2. BMT bermaksud menggalang kerja sama untuk membantu kepentingan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya dalam rangka pemenuhan kebutuhan BMT ini bertujuan memajukan kesejahteraan anggota dan masyarakat serta ikut membangun perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat madani yang berlandaskan pancasila dan UUD 1945 serta di ridhoi oleh Allah SWT. .
  1. C.    Perumusan Masalah

 

  1. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan BMT lebih dipilih masyarakat dan dapat mempengaruhi terhadap ekonomi kehidupan sosial masyarakat ?  
  2. Apakah masyarakat akan sejahtera dengan adanya BMT. tumbuh dan berkembang dengan adanya  kaitannya dengan kehidupan sosial di masyarakat?
  1. D.    Ruang Lingkup

 

BMT merupakan koperasi yang berbasis syariah.BMT sebagai LKMS memiliki peran yang penting dalam perekonomian Indonesia untuk mengurangi kemiskinan, dimana tugas penyaluran pembiayaan kepada usaha masyarakat kecil harus dapat dilakukan dengan baik.

Berkaitan dengan itu, maka diperlukan penelitian pengaruh kinerja keuangan dengan variabel CAR, NPL, BOPO, dan LDR terhadap jumlah penyaluran pembiayaan pada BMT, yang mengangkat masalah tentang pengaruh variabel kinerja keuangan secara parsial terhadap jumlah penyaluran pembiayaan pada studi kasus BMT Sidogiri periode 2010. Pada penelitian ini menggunakan 30 sampel cabang BMT Sidogiri periode 2010 dengan dokumen data cross section.

Teknik sampling yang digunakan adalah campuran, pertama cara purposive sampling kemudian dilanjutkan dengan random sampling.Jenis data kuantitatif dan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan BMT Sidogiri. Data diolah dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. asumsi klasik yang digunakan adalah uji normalitas,uji multikolinearitas,dan uji heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel CAR,dan NPL tidak berpengaruh terhadap jumlah penyaluran pembiayaan sedangkan variabel BOPO dan LDR secara berurutan berpengaruh negatif dan positif signifikan terhadap jumlah penyaluran pembiayaan.

BAB II

PEMBAHASAN

A.        Sejarah Berdirinya Perusahaan Bmt Mmu Sidogiri

Bermula dari keprihatinan asatidz Madrasah Miftahul Ulum Pondok Pesantren Sidogiri dan Madrasah-madrasah ranting/filial Madrasah Miftahul Ulum Pondok Pesantren Sidogiri atas perilaku masyarakat yang cenderung kurang memperhatikan kaidah-kaidah syari’ah Islam dibidang mu’amalat padahal mereka adalah masyarakat muslim apalagi mereka sudah mulai terlanda praktek-praktek yang mengarah pada ekonomi riba yang dilarang secara tegas oleh agama.

Para asatidz dan para pengurus madrasah terus berpikir dan berdiskusi untuk mencari gagasan yang bisa menjawab permasalahan umat tersebut. Akhirnya ditemukanlah gagasan untuk mendirikan usaha bersama yang mengarah pada pendirian keuangan lembaga syari’ah yang dapat mengangkat dan menolong masyarakat bawah yang ekonominya masih dalam kelompok mikro (kecil).

Setelah didiskusikan dengan orang-orang yang ahli, maka alhamdulilllah terbentuklah wadah itu dengan nama “Koperasi Baitul Mal wa Tamwil Maslahah Mursalah Lill Ummah” disingkat dengan Koperasi BMT-MMU yang berkedudukan di kecamatan Wonorejo Pasuruan. Pendirian koperasi didahului dengan rapat pembentukan koperasi yang diselenggarahkan pada tanggal 25 Muharrom 1418 H atau 1 Juni 1997  diantara orang-orang yang getol memberikan gagasan berdirinya koperasi BMT MMU ialah :

  1. Ustadz Muhammad Hadlori Abdul Karim, yang saat itu menjabat sebagai kepala Madrasah Miftahul Ulum tingkat Ibtidaiyah Pondok Pesantren Sidogiri.
  2. Ustadz Muhammad Dumairi Nor, yang saat itu menjabat sebagai wakil kepala Madrasah Miftahul Ulum tingkat Ibtidaiyah Pondok Pesantren Sidogiri.
  3. Ustadz Baihaqi Utsman, yang saat itu menjabat sebagi Tata Usaha Madrasah Miftahul Ulum tingkat Ibtidaiyah Pondok Pesantren Sidogiri.
  4. Ustadz H. Mahmud Ali Zain, yang saat itu menjabat sebagi ketua Koperasi Pondok Pesantren Sidogiri dan salah satu ketua DTTM (Dewan Tarbiyah wat Ta’lim Madrosy).
  5. Ustadz A. Muna’i Ahmad, yang saat itu menjabat sebagai wakil kepala Miftahul Ulum tingkat Ibtidaiyah Pondok Pesantren Sidogiri.

Dengan diskusi dan musyawarah antara para kepala Madrasah Miftahul Ulum Afiliasi Madrasah Miftahul Ulum Pondok Pesantren Sidogiri maka menyetujui membentuk tim kecil yang diketuai oleh ustadz Mahmud Ali Zain untuk menggodok dan menyiapkan berdirinya koperasi baik yang terkait dengan keanggotaan, permodalan, legalitas koperasi dan sistem operasionalnya.

Tim berkonsultasi dengan pejabat kantor Departemen Koperasi Dinas Koperasi dan pengusaha kecil menengah Kabupataen Pasuruan untuk mendirikan koperasi disamping mendapatkan tambahan informasi tentang BMT (Baitul Maal wat Tamwil) dari pengurus PINBUK (Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil) pusat dalam suatu acara perkoperasian yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo dalam rangka sosialisasi kerjasama Inkopontren dengan PINBUK pusat yang dihadiri antara lain oleh :

  1. Bapak KH. Nor Muhammad Iskandar SQ dari Jakarta sebagi ketua Inkopontren .
  2. Bapak DR. Subiyakto Tjakrawardaya yang menjabat sebagai Menteri koperasi PKM saat itu.
  3. Bapak DR. Amin Aziz yang menjabat sebagi ketua PINBUK pusat saat itu.

Dari diskusi dan konsultasi serta tambahan informasi dari beberapa pihak maka berdirilah koperasi BMT MMU tepatnya pada tanggal 12 Robi’ul awal 1418 H atau 17 Juli 1997 berkedudukan di kecamatan Wonorejo Pasuruan. Pembukaan dilaksanakan dengan diselenggarakan selamatan pembukaan yang diisi dengan pembacaan sholawat Nabi Besar SAW bersama masyarakat Wonorejo dan pengurus BMT MMU. Kantor pelayanan yang dipakai adalah dengan cara kontrak atau sewa yang luasnya  kurang lebih 16,5 M2 pelayanan dilakukan oleh tiga orang karyawan. Modal yang dipakai untuk usaha didapat dari simpanan anggota yang berjumlah Rp. 13. 500. 000,- ( tiga belas juta lima ratus ribu rupiah) dengan anggota yang berjumlah 348 orang terdiri dari para asatidz dan pimpinan serta pengurus Madrasah Miftahul Ulum Pondok Pesantren Sidogiri dan beberapa orang asatidz pengurus Pondok Pesantren Sidogiri.

Berdirinya koperasi BMT MMU sangat ditunjang dan didorong oleh keterlibatan beberapa orang pengurus Koperasi Pondok Pesantren Sidogiri (Kopontren Sidogiri).

Koperasi BMT MMU ini telah mendapat legalitas berupa :

  1. Badan Hukum Koperasi dengan nomor : 608/BH/KWK. 13/IX/97 tanggal 4 September 1997.
  2. TDP dengan nomor            : 13252600099
  3. TDUP dengan nomor         : 133/13.25/UP/IX/98
  4. NPWP dengan nomor        : 1-718-668.5-624

B.      Visi & Misi Perusahaan BMT MMU Sidogiri

1. Visi

  1. Membangun dan Mengembangkan ekonomi umat dengan konsep dasar atau landasan yang sesuai Syari’ah Islam
  2. Menanamkan pemahaman bahwa konsep syari’ah adalah konsep yang mudah, murah dan maslahah.

2. Misi

  1. Menciptakan Wata’awun ‘Alal Birri Wat Taqwa yaitu tolong menolong lewat ekonomi umat.
  2. Memberantas riba yang telah menjerat serta mengakar dimasyarakat

 

3. Maksud Dan Tujuan

  1. Koperasi ini bermaksud menggalang kerja sama untuk membantu kepentingan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya dalam rangka pemenuhan kebutuhan
  2. Koperasi ini bertujuan memajukan kesejahteraan anggota dan masyarakat serta ikut membangun perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat madani yang berlandaskan pancasila dan UUD 1945 serta di ridhoi oleh Allah SWT.

C.        Struktur Organisasi Koperasi Bmt Maslahah Mursalah Lil Ummah (Mmu) Sidogiri

KETERANGAN:

                            : Garis Intruksi/Perintah

                            : Garis Koordinasi

 

STRUKTUR ORGANISASI

Cabang Simpan Pinjam Syari’ah

BMT ”MASLAHAH MURSALAH LIL UMMAH”

 

A.    Rapat Anggota

Sesuai dengan Undang-Undang RI no 25/1992 tentang Perkoperasian, bahwa anggota adalah pemilik sekaligus sebagai pelanggan atau pengguna jasa koperasi. Oleh karenanya Rapat Anggota merupakan kekuasaan tertinggi dalam lembaga koperasi. Keanggotaan diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi. Keanggotaan koperasi melekat pada diri anggota sendiri dan tidak dapat dipindahkan kepada orang lain dengan dalih apapun. Setiap anggota harus tunduk kepada ketentuan dalam AD/ART Koperasi, peraturan khusus dan keputusan-keputusan rapat anggota.

Pada garis besarnya, anggota koperasi ada dua macam, yaitu anggota biasa dan anggota luar biasa. Perbedaan yang mencolok dari keduanya adalah anggota luar biasa tidak berhak memilih atau dipilih menjadi pengurus atau pengawas. Syarat keanggotaan yang menonjol di Koperasi BMT MMU ini adalah berprofesi sebagai guru atau karyawan Madrasah Miftahul Ulum (AD pasal 5.b). Rapat anggota dalam lembaga koperasi merupakan kekuasaan tertingggi. Rapat Anggota Biasa menetapkan:

  1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
  2. Kebijaksanaan umum dibidang organisasi manajemen dan usaha koperasi. Pemilihan, pengangkatan atau pemberhentian pengurus dan atau pengawas. Penyusunan dan menetapkan RK-RAPB (Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja).
  3. Pengesahan atau penolakan atas pertanggungjawaban pengurus dan atau pengawas tentang aktifitas dan usahanya.
  4. Pembagian SHU (Surplus Hasil Usaha).
  5. dan Penggabungan atau pembubaran koperasi.

Rapat Anggota yang dilaksanakan tiap tahun setelah tutup buku tahunan disebut RAT (Rapat Anggota Tahunan) yang biasanya dilaksanakan pada bulan Januari, Februari atau Maret tahun berikutnya. Koperasi BMT-MMU ini sebenarnya telah melaksanakan RAT dalam setiap tahunnya sejak berdiri, tetapi pada tahun pertama dan kedua dilaksanakan belum sesuai dengan petunjuk dari Departemen Koperasi (sekarang DIKNAS Koperasi PK&M), karena RATnya dilaksanakan pada bulan Rabi’ul Awal atau bulan juli. Setelah berjalan dua tahun, maka tahun buku di ubah dari tahun Hijriyah ke tahun Miladi sehingga di laksanakan RAT 1999 pada tanggal 2 Februari 2000 setelah berjalan 2,5 tahun. Adapun penghitungan laporan keuangan tahun 1999 sampai dengan Desember 1999 yakni selama 6 bulan karena adanya kebijakan perubahan dari tahun Hijriyah ke tahun Miladi.

Baru pada RAT 2000, RAT dilaksanakan sesuai dengan Anggaran Dasar   Koperasi dan dilaksanakan pada tanggal 4 Februari 2001 karena masa bakti pengurus periode pertama dinyatakan habis pada Desember 2000, maka pada saat RAT 2000 tersebut, diselenggarakan pemilihan pengurus dan pengawasan untuk periode 2001-2003.

Sebelum dilaksanakan RAT 2000 pengurus menyelenggarakan RAT (Rapat Anggota) yaitu pada tanggal 19 Ramadhan 1421 H atau 15 Desember 2000 untuk membahas rancangan RK–RAPB 2001. Sebelum RAB ini, telah diselenggarakan RAB yang pertama yaitu pada tanggal 28 September 2000 yang pokok pembahasannya adalah pengurus meminta persetujuan kepada anggota untuk menjadi anggota koperasi sekunder yaitu Koperasi Bank Perkreditan Rakyat Untung Suropati (KBPR- Untung Suropati) yang berkedudukan di kecamatan Bangil Pasuruan. Akhirnya dalam rapat tersebut memutuskan menerima usulan pengurus untuk menjadi anggota dan pemilik KBPR Untung Suropati Bangil dengan dua syarat yaitu KBPR diubah operasionalnya menjadi BPR Syari’ah dan koperasi BMT MMU menjadi pemilik modal mayoritas.

B.     Pengurus

Pengurus koperasi diangkat oleh anggota dalam Rapat Anggota yang diselenggarakan untuk kepentingan pengangkatan pengurus atau dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan rapat anggota tahunan (RAT). Pengurus adalah penerima amanat anggota untuk menjalankan organisasi dan usaha koperasi dengan berlandaskan pada RK–RAPB (Rencana Kerja –Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja) yang diputuskan atau ditetapkan dalam rapat anggota.

Jumlah anggota pengurus sedikitnya tiga orang terdiri atas ketua, sekretaris dan bendahara. Sesuai dengan anggaran dasar koperasi, masa jabatan pengurus adalah tiga tahun. Pengurus harus dipilih dari atau oleh anggota dan bertanggung jawab kepada anggota dalam rapat anggota. Pengurus tidak menerima gaji akan tetapi berhak menerima uang jasa atau uang kehormatan.

Pengurus berhak mengangkat pengelola (manager atau direksi) dengan sistem kontrak kerja untuk menjalankan dan melaksanakan usaha koperasi. Pengelola bertanggung jawab kepada pengurus yang mengangkat. Dalam periode 1997 – 2000 susunan pengurus mengalami perubahan dan perampingan yakni pada tahun pertama jumlah pengurus sebanyak tujuh orang.

Pada tahun kedua dirampingkan menjadi lima orang dan ada mutasi jabatan. Karena periode kepengurusan pertama berakhir pada bulan Desember 2000, maka RAT 2000 diadakan reformasi pengurus dan pengawas yang menelorkan keputusan susunan pengurus periode 2001– 2003.

C.     Pengawas

Sesuai dengan Undang- undang RI No. 25 / 1992 pasal 21 bahwa perangkat organisasai koperasi terdiri dari : (a) Rapat anggota, (b) pengurus dan (c) pengawas. Maka keberadaan pengawas koperasi benar-benar diakui disamping merupakan satu diantara tiga perangkat organisasi. Pengawasan koperasi dilakukan oleh pengawas yang diangkat dari dan oleh anggota dalam rapat anggota sekaligus bertanggung jawab kepada anggota.

Pengawasan atas aktivitas koperasi baik tentang keorganisasian ataupun usaha dilakukan dengan terencana atau mendadak. Apabila dianggap perlu dan mendapat persetujuan dalam rapat anggota, pengawas bissa menggunakan jasa KJA (Koperasi Jasa Audit) atau akuntan publik untuk melakukan pemeriksaan atau audit atas aktivitas usaha dan keuangan koperasi dalam setiap tahunnya.

Pengawas melaksanakan pengawasan paling tidak sebulan sekali yaitu pada saat laporan keuangan bulanan yang dilakukan oleh manager dihadapan pengawas dan pengurus sehingga jika ada kejanggalan dalam aktivitas dan usaha atau keuangan maka pengawas bisa menindak lanjutinya. Manager memberikan laporan keuangan dalam satu bulan operasional terdiri atas neraca, arus kas (cash flow), perhitungan hasil usaha dan posisi keuangan.

SUSUNAN PENGAWAS

Periode 2003 – 2005

1. Pengawas Syari’ah : KH. Ad. Rahman Syakur

2. Pengawas Manajemen         : H. Mahmud Ali Zain

SUSUNAN PENGURUS

Periode 2003 – 2005

1. Ketua                      : M. Hadlori Abdul Karim

2. Wakil Ketua I         : A. Mana’i Ahmad

3. Wakil ketua II         : Abdul Majid Umar

4. Sekertaris                : M. Djakfar Shodiq

5. Bendahara               : H. Abdul Majid Bahri

 

SUSUNAN KARYAWAN

1. Manager                  : M. Dumairi Nor

2. Wakil Manager        : Edy Suparjo

3. Staf manager I        : Ahmad Ikhwan

4. Staf Manager II      : Abdul Kohar Muzakkar

Cabang Sidogiri

Manager                      : M. Dumairi Nor

Wakil Manager            : Eddi Suparjo

Staf Manager I            : Achmad Ikhwan

Staf Manager II          : Abdul Qohar Mudzakkar

Kepala Cabang            : Sarbini Rony

Kasir Tabungan I        : Ahmadi Samu’in

Kasir Tabungan II       : Ahmad Nadzir

Kasir Pembiayaan       : Ahmad Qohir Hidayat

Surveyor I                   : Djakfar Shodiq

Surveyor II                  : Jamal Thohir

Surveyor III                : Atho’illah

Cabang Wonorejo

Manager                      : M. Dumairi Nor

Wakil Manager            : Eddi Suparjo

Staf Manager I            : Achmad Ikhwan

Staf Manager II          : Abdul Qohar Mudzakkar

Kepala Cabang            : M. Ghufron Muzakki

Kasir Pembiayaan       : Ach. Chilmi Faqih

Kasir Tabungan I        : Syarifuddin Alif

Kasir Tabungan II       : Ali Makki

Surveyor I                   : M. Sobir Jamal

Surveyor II                  : M. Rosyidi Marzuqi

 

Cabang Kraton

Manager                      : M. Dumairi Nor

Wakil Manager            : Eddi Suparjo

Staf Manager I            : Achmad Ikhwan

Staf Manager II          : Abdul Qohar Mudzakkar

Kepala Cabang            : Abdulloh Shodiq

Kasir Pembiayaan       : M. Nur Hakim

Kasir Tabungan           : M. Hamim Sayuri

Surveyor                      : M. Hidayatulloh

 

Cabang Warungdowo

Manager                      : M. Dumairi Nor

Wakil Manager            : Eddi Suparjo

Staf Manager I            : Achmad Ikhwan

Staf Manager II          : Abdul Qohar Mudzakkar

Kepala Cabang            : Mujiburrohman

Kasir Pembiayaan       : M. Shodiq Sanusi

Kasir Tabungan           : Hasani Cholil

Surveyor                      : Kamil Ismail

D.    Ruang Lingkup Usaha Dari Bmt Mmu Sidogiri

BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) atau balai usaha mandiri terpadu merupakan sistem simpan pinjam dengan pola syari’ah. Sistem BMT ini adalah konsep Mu’amalah Syari’ah, tenaga yang menangani kegiatan BMT ini telah mendapat pelatihan dari BMI (Bank Muamalat Indonesia) cabang Surabaya dan PINBUK (Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil) Pasuruan dan Jawa Timur. Disamping pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh lembaga–lembaga profesional.

BMT menghimpun dana dari anggota dan calon anggota atau masyarakat dengan akad Wadi’ah atau Mudhorobah/Qirodh atau Qard. Sedangkan peminjaman atau pembiayaan dengan menggunakan salah satu diantara lima akad Mudhorobah/Qiradh, Musyarokah/Syirkah, Murabahah, Bai’ Bitsaman Ajil dan Qord Hasan.

Dalam mu’amalah pola syari’ah tidak menggunakan imbalan bunga, tapi menggunakan imbalan bagi hasil untuk Mudhorobah dan musyarokah atau imbalan laba untuk Murobahah dan Bai’ Bitsamanil Ajil (BBA). Qord Hasan biasanya dipakai untuk kegiatan yang bersifat sosial (nirlaba).

 

Produk-Produknya Meliputi:

  1. Tabungan.

Pemilik harta (Sohibul Maal) menyimpan dananya di BMT MMU dengan akad Mudhorobah Mutlaq atau Qord atau Wadi’ah Yadud Dhomanah. Keuntungan bagi penabung : (1) pahalanya berlipat 18 kali apabila diniatkan untuk menghutangi. (2) aman dan terhindar dari riba dan haram (3) ikut membantu sesama umat (Ta’awun). (4) mendapat imbalan bagi hasil yang halal.

Jenis tabungan di BMT MMU yaitu :

  1. 1.      Tabungan umum

Tabungan yang bisa diambil setiap saat.

  1. 2.      Tabungan pendidikan

Tabungan yang akan digunakan untuk pembiayaan pendidikan. Dapat diambil untuk pembayaran pendidikan sesuai kesepakatan bersama.

  1. 3.      Tabungan Idul Fitri

Tabungan untuk memenuhi kebutuhan hari raya Idul Fitri dapat diambil satu kali dalam setahun yaitu menjelang hari Raya Idul Fitri atau sebulan sebelum hari raya Idul Fitri.

  1. 4.      Tabungan ibadah Qurban

Tabungan sebagai sarana untuk memantapkan niat untuk melaksanakan ibadah qurban pada hari raya Idul Adha atau hari-hari tasyriq. Pengambilan hanya dapat dilakukan menjelang hari raya Idul Adha (sebulan sebelumnya).

  1. 5.      Tabungan Walimah

Tabungan yang digunakan untuk membiayai walimah (pernikahan dan lainnya). Pengambilan hanya dapat dilakukan menjelang pelaksanaan pernikahan.

  1. 6.      Tabungan Ziarah

Tabungan untuk keperluan ziarah. Pengambilan dapat dilakukan sesuai dengan kesepakatan penabung.

  1. Mudhorobah Berjangka (Deposito)

Simpanan ini bisa ditarik berdasarkan jangka waktu yang telah disepakati yaitu tiga bulan, enam bulan, sembilan bulan, atau dua belas bulan. Keuntungan bagi mitra yaitu : (1) sama dengan keuntungan bagi mitra. (2) nisbah (proporsi) bagi hasil lebih besar dari pada tabungan .(3) bisa dijadikan sebagai jaminan pembiayaan.

  1. Pembiayaan

BMT MMU memberikan pembiayaan dengan menggunakan skema sebagai berikut

  1. 1.      Mudhorobah (bagi hasil)

Pembiayan modal kerja sepenuhnya oleh BMT MMU sedang nasabah menyediakan usaha dan menejemennya. Hasil keuntungan akan dibagikan sesuai dengan kesepakatan bersama berdasarkan ketentuan hasil.

  1. 2.       Murobahah (modal kerja)

Pembiayaan jual beli yang pembayaran dilakukan pada saat jatuh tempo dan satu kali lunas beserta mark-up (laba) sesuai dengan kesepakatan bersama.

  1. 3.      Musyarokah (penyertaan)

Pembiayaan berupa sebagian modal yang diberikan kepada anggota dari modal keseluruhan. Masing-masing pihak bekerja dan memiliki hak untuk turut serta mewakili atau menggugurkan haknya dalam menejemen usaha tersebut. Keuntungan dari usaha ini akan dibagi menurut proporsi penyertaan modal sesuai dengan kesepakatan bersama.

  1. 4.      Bai’ Bitsamanil Ajil ( investasi)

Pembiayan dengan sistem jual beli yang dilakukan secara angsuran terhadap pembeliaan suatu barang. Jumlah kewajiban yang harus dibayar oleh nasabah sebesar jumlah harga barang yang di mark–up yang telah disepakati bersama.

 

Usaha Bmt Mmu Sidogiri

Usaha yang dilakukan Kopoerasi BMT MMU Sidogiri Pasuruan ini adalah:

  1. BMT (Baitul Maal Wat Tamwil/Balai Usaha Terpadu) atau simpan pinjam pola syari’ah.
  2. Home Industry berupa pembuatan roti, pembuatan kue sagon, yang aktifitasnya ditampung dalam cabang 3 (tiga).
  3. Sektor riil yang ditampung pada cabang 2 (dua) aktifitasnya adalah perdagangan.
  4. Sektor jasa yang berupa jasa penggilingan padi.
  5. Sebenarnya ada usaha yang belum terealisasikan, yaitu peternakan.
  6. Usaha yang mendapat prioritas adalah usaha BMT. Manfaatnya sangat dirasakan oleh anggota dan masyarakat umum.

 

Cabang Pelayanan Bmt Mmu Sidogiri

Pada permulaan operasi tanggal 12 Rabi’ul awal 1418 H atau 17 Juli 1997 koperasi ini hanya membuka satu cabang usaha yang ditempatkan di barat pasar Wonorejo dengan kantor yang berukuran kurang lebih 16,5 M2dengan usaha BMT MMU atau simpan pinjam pola syari’ah.

Setahun kemudian membuka satu cabang usaha baru yaitu usaha pertokoan yang diletakkan di sebelah utara pasar Wonorejo. Dengan munculnya dua cabang tersebut, maka usaha BMT disebut sebagai cabang satu sedangkan usaha pertokoan disebut sebagi cabang dua, setengah tahun kemudian dibukalah dua cabang usaha yang hampir bersamaan yaitu permuatan dan penjualan roti yang diletakkan di desa Sidogiri disebut sebagai usaha cabang tiga. Lalu di buka pula cabang usaha BMT yang diletakkan di Desa Sidogiri kemudian di sebut cabang empat.

Pembukaan cabang pertokoan untuk tahun pertama dinilai menguntungkan namun setelah berjalan satu setengah tahun, cabang ini mengalami kerugian. Akhirnya pada RAT 1999 sepakat untuk dilikuidasi dan sisa barangnya dijual oleh cabang yang lain.

Akhirnya pada tahun 2000 koperasi hanya memiliki tiga cabang usaha yaitu 1, 3 dan 4 kemudian dibuka lagi beberapa cabang secara berturut-turut yaitu :

(a). Cabang lima yang berlokasi di Warungdowo yang operasionalnya dimulai tanggal 22 April 2001.

(b). Cabang enam berlokasi di Kraton yang operasionalnya dimulai tanggal 21 Mei 2001.

(c). Cabang tujuh berlokasi di Rembang yang operasionalnya mulai tanggal 18 Juni 2001.

(d). Cabang delapan berlokasi di desa Jetis Dhompo Kraton Pasuruan yang operasionalnya dimulai tanggal 27 November 2002.

(e). Cabang sembilan berlokasi di Nongkojajar yang operasinya dimulai tanggal 17 April 2002

(f). Cabang sepuluh berlokasi di Grati yang operasionalnya dimulai tanggal 30 April 2002.

(g). Cabang sebelas berlokasi di Gondang Wetan yang operasioanalnya dimulai tanggal 30 Juni 2002.

Untuk mengetahui lebih rinci, maka di bawah ini diuraikan karakteristik masing-masing cabang usaha koperasi:

1.  Cabang I (BMT di Wonorejo), Jalan Raya No. 03 (utara pasar) Wonorejo

Pasuruan, Telp. 0343-613082.

Pada tahun 2001 cabang ini beroperasi di utara pasar Wonorejo bekas cabang dua. Jam pelayanan mulai pukul 07.00 s/d 12.00 WIB. Dipimpin oleh kepala cabang Ach. Chilmi Faqih dan dibantu oleh empat orang karyawan. Pada tahun 2003 dipimpin oleh M. Ghufron Muzakki.

2.   Cabang II (pertokoan) di Sidogiri, Jalan raya No. 03 (Simpang tiga)

Sidogiri Pasuruan, Telp. 0343-419273.

Sejak bulan januari 2000 cabang ini sudah tidak beroperasi dan tempat usahanya dipakai cabang I (BMT), kemudian pada bulan Oktober 2001 dibuka kembali usaha sektor riil (perdagangan alat-alat rumah tangga) yang berlokasi di desa Sidogiri Pasuruan. Pada tahun 2003 cabang ini dipimpin oleh Muhammad Ato’illah dan dibantu oleh seorang karyawan.

3.   Cabang III (Produksi dan penjualan roti), desa Jeruk Kraton Pasuruan,

Telp. 0343-429173.

Cabang ini sampai akhir tahun 2000 berada di desa Sidogiri, kemudian karena tempatnya tidak memadai maka mulai januari 2001 dipindah ke desa Jeruk satu kilometer  ke arah selatan dari desa Sidogiri. Pada tahun 2000 bisa memberi laba Rp. 5.220.500,00. jam kerja mulai pukul 07.00 s/d 15.00 WIB. Pada tahun 2003, cabang ini dipimpin oleh Khoirurrosyid, dibantu enam orang karyawan.

4.  Cabang IV (BMT di Sidogiri), Jalan raya Sidogiri Kraton Pasuruan, Telp. 0343-419273, Fax. 0343-414734

Mulai tahun 2000 tempat operasinya pindah dari tempat yang luasnya kurang lebih 13 m2 ke tempat yang lebih luas, berada di sebelah selatan dari tempat yang pertama, tempat ini berukuran kurang lebih 75 m2. Kemudian mulai 17 Agustus 2002 pindah ke kantor baru permanen milik sendiri yang berada di jalan raya Sidogiri, pada tahun 2003 cabang ini dipimpin oleh Achmad Chilmi Faqih dan dibantu oleh delapan orang karyawan. Jam pelayanan mulai pukul 06.30 s/d 12.00 WIB.

  1. Cabang V (BMT di Warungdowo), Jalan Raya Warungdowo (utara

perempatan) Pohjentrek Pasuruan, Telp. 0343-418291.

Cabang V ini dibuka pada tanggal 22 April 2001 yang berlokasi di desa Warungdowo kecamatan Pohjentrek di selatan masjid jami’ Warungdowo. Pada tahun 2003 dipimpin oleh seorang kepala cabang bernama M. Sarbini Rony, dan dibantu oleh dua orang karyawan, yang kemudian digantikan oleh Mujib. Jam pelayanan mulai pukul 07.00 s/d 12.00 WIB.

  1. Cabang VI (BMT di Kraton), Jalan raya Kraton (barat pasar) Kraton

Pasuruan, Telp. 0343-418836.

Cabang VI dibuka pada tanggal 21 Mei 2001 yang berlokasi di barat pasar Kraton dan sebelah timur “warung anda” di utara jalan raya Kraton. Pada tahun 2003 dipimpin oleh kepala cabang bernama Abdullah Shodiq, dan dibantu oleh tiga orang karyawan.

  1. Cabang VII (BMT di Rembang), Jalan raya Rembang Pasuruan, Telp. 0343-747056

Cabang VII dibuka pada tanggal 18 Juni 2001 yang berlokasi di desa Rembang. Pada tahun 2003 dipimpin oleh kepala cabang yang bernama Abdul Qodir Hidayat, yang dibantu oleh tiga orang karyawan. Jam pelayanan mulai pukul 07.00 s/d 12.00 WIB.

8.    Cabang VIII (selep padi di Jetis), desa Jetis Dhompo Kraton Pasuruan, Telp/Hp. 0823430645.

Cabang VIII dibuka pada tanggal 27 November 2002. Pada tahun 2003 cabang ini dipimpin oleh kepala cabang bernama H. Fathulloh yang berlokasi di desa Jetis Dhompo Pasuruan dan dibantu oleh dua orang karyawan. Jam pelayanan mulai pukul 07.00 s/d 11-30 WIB.

9.   Cabang IX (BMT di Nongkojajar), Jalan raya (timur pasar) Nongkojajar

Pasuruan, Telp. 0343-499203.

Cabang IX dibuka pada tanggal 17 April 2002 yang berlokasi di jalan raya Nongkojajar Pasuruan. Pada tahun 2003 cabang ini dipimpin oleh kepala cabang bernama M. Huzaini Aliss dan dibantu oleh tiga orang karyawan. Jam pelayanan mulai pukul 07.00 s/d 11.30 WIB.

10. Cabang X (BMT di Grati), Jalan raya (timur pasar) Kalipang Grati

Pasuruan, Telp. 0343-482066.

Cabang X dibuka pada tanggal 10 April 2002 yang berlokasi di desa kalipang Grati Pasuruan. Pada tahun 2003 cabang ini dipimpin oleh kepala cabang bernama Abdullah Na’im dan dibantu oleh tiga orang karyawan. Jam pelayanan mulai pukul 07.00 s/d 11.30 WIB.

11. Cabang XI (BMT di Gondang Wetan), Jalan raya (timur pasar Ranggeh

Gondang Wetan Pasuruan, Telp. 0343-443244.

Cabang XI dibuka pada tanggal 30 Juni 2002 yang berlokasi di desa Ranggeh Gondang Wetan Pasuruan. Pada tahun 2003 cabang ini dipimpin oleh kepala cabang bernama M. Munif Umar dan di bantu oleh tiga orang karyawan. Jam pelayanan mulai pukul 07.00 s/d 11.30 WIB.

Mitra Kerja

Koperasi BMT Mmu mempunyai beberapa mitra yang ikut mengdukung aktivitas koperasi BMT MMU ini yaitu:

  1. Koperasi Pondok Pesantren Sidogiri (Kopontren Sidogiri).
  2. Koperasi PER MALABAR Pasrepan Pasuruan.
  3. Koperasi UGT (Unit Gabungan Terpadu) Sidogiri.
  4. Koperasi Muawanah, berkedudukan di Lekok Pasuruan.
  5. Koperasi Bank Perkreditan Rakyat Syari’ah “Untung Suropati” Bangil.

Dengan penjelasan sebagai berikut:

  1. Koperasi Pondok Pesantren Sidogiri (Kopontren Sidogiri)

Koperasi ini merupakan koperasi tertua diantara mitra-mitra yang ada, berdiri pada tahun 1961 dan terus berjalan sampai sekarang. Kopontren Sidogirilah yang mendorong dan mendukung berdirinya koperasi BMT MMU. Banyak bantuan teknis yang diberikan pada koperasi BMT MMU terutama pada saat pengajuan Badan Hukum Koperasi. Kopontren Sidogiri baru memiliki Badan Hukum pada tanggal 15 Juli 1997 denga nomor : 441/BH/KWL.13/VII/97. Kopontren Sidogiri banyak bergerak disektor riil dan jasa, tidak memiliki usaha BMT atau simpan pinjam.

Pada tahun 2001 Kopontren Sidogiri sudah memiliki 9 (sembilan) cabang usaha yang meliputi toserba, toko kitab, kelontong, pakaian jadi, perancangan, kantin, percetakan, stasionari, jasa warkostel dan toko swalayan. SHU kopontren Sidogiri kurang lebih 88% diserahkan kepada pesantren sebagai tambahan income APB sebagai pondok pesantren Sidogiri.

  1. Koperasi PER MALABAR Pasrepan Pasuruan.

Koperasi ini mulai beroperasi sejak September 1999 dan telah berbadan hukum sejak Desamber 1999 dengan nomor: 173/BH/KDK.13.14/VII/99. Koperasi ini pertama operasi dengan usaha simpan pinjam pola syari’ah yakni pola bagi hasil kemudian pada tahun kedua membuka sektor riil dan jasa. Koperasi PERMALABAR ada kesamaan usaha dengan usaha yang ada di BMT MMU. Adapun kemitraan antara kedua koperasi adalah saling  membantu dalam aktiva dan pasiva antar BMT. Koperasi PERMALABAR yang berkedudukan dikecamatan Pasrepan Pasuruan sudah mengadakan RAT pertama.

  1. Koperasi UGT (Unit Gabungan Terpadu) Sidogiri.

Koperasi ini anggotanya tersebar di wilayah propinsi Jawa Timur dan telah berbadan hukum sejak bulan Juli 2000 dengan nomor badan hukum: 09/BH/KWK.13/VII/2000 dan telah memulai operasinya sejak 5 Rabi’ul Awal 1420 H atau 8 Juni 2000 di Surabaya. Kemudian pada bulan September 2000 dibuka cabang BMT kedua yang ditempatkan di kota Jember. Koperasi ini menetapkan simpanan pokok anggota sebesar Rp. 1.000.000,- koperasi ini akan membuka UPK (Cabang Pelayanan Koperasi)  dibeberapa kabupaten di Jawa Timur yang berdekatan dengan domisili anggota koperasi. Koperasi BMT MMU bermitra dengan koperasi UGT ini karena memiliki kesamaan dalam mengelolah usaha BMT atau simpan pinjam dan saling mengisi aktiva dan pasiva BMT.

  1. Koperasi Muawanah Pasuruan.

Koperasi Muawanah berkedudukan di kecamatan Lekok Pasuruan merupakan koperasi milik warga Nahdhotul Ulama’ Kabupaten Pasuruan. Koperasi ini relatif mudah jika dibanding dengan koperasi mitra yang lain karena koperasi ini baru beroperasi mulai tanggal 17 Agustus 2000 dan telah mendapatkan Badan Hukum pada tanggal 23 November 2000 dengan nomor: 10/BH/KDK.13.14/XI/2000. saat ini Koperasi Muawanah telah memiliki 4 UPK yaitu:

  1. SPS Lekok (kantor pusat) yang dibuka pada tanggal 17 Agustus 2000.
  2. Cabang SPS Gerbo Purwodadi yang dibuka pada tanggal 1 Muharram 1422 H atau 26 Maret 2001.
  3. Cabang SPS Nguling yang dibuka pada tanggal 27 Rabiul Akhir 1422 H atau 19 Juli 2001.
  4. Cabang SPS Ngopak Rejoso yang dibuka pada tanggal 26 Februari 2002.

Koperasi BMT MMU menjalin kerja sama/kemitraan dengan koperasi muawanah karena memiliki kesamaan dalam pengelolaan cabang usaha simpan pinjam pola syari’ah atau BMT. Kemitraan bisa dilakukan dengan cara mengisi dan membantu aktiva atau pasiva antar BMT/SPS. Koperasi BMT MMU bersama Koperasi Muawanah akan membuka UPK (cabang pelayanan koperasi) di kecamatan-kecamatan Kabupaten Pasuruan yang dinilai menguntungkan dan maslahah bagi kehidupan masyarakat terutama untuk membantu permodalan bagi pengusaha kecil dan mikro yang jarang mendapatkan perhatian dibidang akses dana.

  1. Koperasi Bank Perkreditan Rakyat Syari’ah.
  2. Koperasi Bank Perkreditan Rakyat Syariah “Untung Suropati” berkedudukan di Jl. Mangga No. 857 Bangil Pasuruan. Koperasi ini semula berbentuk BPR (Bank Perkreditan Rakyat) Konvensional kemudian setelah mendapat persetujuan prinsip dan ijin usaha dari Bank Koperasi bermaksud menggalang kerjasama untuk membantu kepentingan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya dalam rangka pemenuhan kebutuhan.
  3. Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur.

Indonesia pada tanggal 11 Agustus 2001, maka BPR ini pindah ke syariah dengan nama KBPRS (Koperasi Bank Perkreditan Rakyat Syariah) Untung Suropati. Koperasi BPR syariah ini berdasarkan hukum koperasi sekunder yang beranggotakan badan hukum koperasi primer. Koperasi ini pada saat beroperasi konvensional tahun 2000 anggotanya tunggal dua koperasi primer, kemudian pada Februari 2001, anggotanya bertambah empat koperasi termasuk diantaranya koperasi BMT MMU Sidogiri Pasuruan.

Anggota pada akhir tahun 2001 adalah :

  1. Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Pemda Pasuruan di Pasuruan.
  2. Koperasi Pegawai Negeri “Usaha Bersama” (KPN-USBER) khusus pegawai Departemen Koperasi PKM Kabupaten Pasuruan di Pasuruan.

Anggota yang masuk mulai pada tahun 2001 adalah :

  1. Koperasi Baitul Mal wat Tamwil Maslahah Mursalah Lill Ummah Sidogiri Pasuruan.
  2. Koperasi Wanita “KARTIKA CANDRA” Pandaan Pasuruan.
  3. KUD “SEMBADA” Puspo Pasuruan.
  4. KUD “SUMBER REJEKI” Prigen Pasuruan.

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Baitul maal lebih mengarah pada usaha-usaha pengumpulan dan penyaluran dana yang non profit, seperti zakat, infak dan shodaqoh. Sedangkan baitut tamwil sebagai usaha pengumpulan dan dan penyaluran dana komer.

Pendirian BMT MMU Sidogiri Bermula dari keprihatinan asatidz Madrasah Miftahul Ulum Pondok Pesantren Sidogiri dan Madrasah-madrasah ranting/filial Madrasah Miftahul Ulum Pondok Pesantren Sidogiri atas perilaku masyarakat yang cenderung kurang memperhatikan kaidah-kaidah syari’ah Islam dibidang mu’amalat padahal mereka adalah masyarakat muslim apalagi mereka sudah mulai terlanda praktik-praktik yang mengarah pada ekonomi riba yang dilarang secara tegas oleh agama.

BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) atau balai usaha mandiri terpadu merupakan sistem simpan pinjam dengan pola syari’ah. BMT menghimpun dana dari anggota dan calon anggota atau masyarakat dengan akad Wadi’ah atau Mudhorobah/Qirodh atau Qard. Sedangkan peminjaman atau pembiayaan dengan menggunakan salah satu diantara lima akad Mudhorobah/Qiradh, Musyarokah/Syirkah, Murabahah, Bai’ Bitsaman Ajil dan Qord Hasan.

           

Diantara produk-produk BMT_MMU Sidogiri ialah Tabungan, mudhorobah berjangka, dan pembiayaan. BMT ini telah memiliki beberapa cabang di jawa timur dan beberapa mitra diantaranya adalah:

  1. Koperasi Pondok Pesantren Sidogiri (Kopontren Sidogiri).
  1. Koperasi PER MALABAR Pasrepan Pasuruan.
  2. Koperasi UGT (Unit Gabungan Terpadu) Sidogiri.
  3. Koperasi Muawanah, berkedudukan di Lekok Pasuruan.
  4. Koperasi Bank Perkreditan Rakyat Syari’ah “Untung Suropati” Bangil.
  1. Saran

Telah kita ketahui bahwa perjalanan Lembaga keuangan non bank di Indonesia telah  mengalami beberapa kemajuan yang sigfinikan, termasuk BMT_MMU Sidogiri. Walaupun demikian dalam BMT ini perlu adanya peningakatn SDM. Sebagaimana  perusahaan, dalam BMT haruslah ada manejemen operasi sehingga ada peningkatan  kemajuan dan target dapat tercapai.

DAFTAR PUSTAKA

Top Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah Copyright © 2012

WordPress Blog at WordPress.com . Theme: INove by NeoEase . http://www.slideshare.net/moryromy/koperasi-bmt-2010 softwarebmt.wordpress.com/…/profil-koperasi-koppontren-sidogiri-.